Petani di Lamongan Banyak Yang Belum menerima Kartu Tani

Beberapa Petani di Lamongan disela-sela waktu istirahat saat menggarap sawahnya. Foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Penyaluran Kartu Tani di Lamongan seret. Sehingga belum semua petani mengetahui adanya kartu tersebut. Padahal seluruh petani wajib memiliki Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi nantinya.

Seorang petani asal Kedungpring, Kasnawi mengaku belum mengetahui fungsi Kartu Tani tersebut. “Pengguna kartu tersebut siapa? Apakah penyewa bisa memanfaatkan kartu tersebut? karena tidak semua petani gabung dengan kelompok tani di desanya,” ujarnya kemarin (15/3/2019).

Kabid Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lamongan, Hartiwi Sistri Utami mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan ke petani. Kartu Tani itu bisa dimanfaatkan oleh pemilik lahan dan penggarap, serta bukan bukan pemilik lahan tapi penggarap (penyewa). “Sementara, pemilik lahan bukan penggarap tidak diperbolehkan memanfaatkan kartu tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, target penyaluran kartu tani sepenuhnya antara pusat dan pihak bank. Pihaknya hanya menerima laporan sesuai dengan realisasi di lapangan. Targetnya 144. 808 petani, realisasinya 128.889 kartu. Ada selisih 15.477 kartu belum didistribusikan, alasannya masih dilakukan kroscheck data antara kelompok tani dan pihak bank.

Hartiwi juga mengatakan, pihaknya hanya memberikan data jumlah kelompok tani. Sementara distribusi langsung oleh pihak bank. Sehingga pihaknya mengikuti target pusat. Namun, pihaknya berharap distribusi atau penyaluran ini segera rampung. Supaya pemanfaatan pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran.

Hartiwi juga menuturkan, selama ini distribusi pupuk bersubsidi terlalu terbuka. Akibatnya bantuan pemerintah tersebut kerap disalahgunakan. Sehingga dengan adanya kartu tani ini, petani harus segera bergabung dalam poktan agar kemudian jatah pupuk disesuaikan dengan luas lahan garapan yang dilaporkan oleh poktan. Jika kurang mereka bisa membeli pupuk nonsubsidi.

“Karena kuota pupuk ini dibagi seluruh Indonesia, maka tidak semua disubsidi,” tuturnya.

Sisa kartu tani yang belum tersalurkan paling banyak dari Kecamatan Glagah, selanjutnya Kecamatan Babat. “Ada kemungkinan datanya baru diterima dari pihak penyalur,” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry
Kabiro : ferry

pemimpin umum kanalindonesia.com, caleg provinsi no urut 2, dapil jatim 9, Partai Perindo
WELAS ARSO