Rekam Biometrik Bagi Calon Jamaah Haji Lamongan dimulai Minggu Ini

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Perekaman data biometrik Calon Jamaah Haji (CJH) Lamongan dimulai minggu ini. Proses tersebut dilaksanakan setelah pembuatan paspor selesai dan sudah memiliki dokumen pengurusan visa. Sedangkan tahun lalu perekaman biometrik dilakukan setelah penerbitan visa atau menjelang terbang ke tanah suci Makkah.

“Jadwal perekaman biometrik tahun ini berbeda dengan dengan tahun lalu,” kata Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama (Kemenag) Lamongan, M. Khoirul Anam.

Menurut dia, perekaman biometrik akan berlangsung layaknya perekaman KTP Elektronik (E-KTP). Data yang diambil, antara lain pemindahan sepuluh sidik jari dan retina mata. Pemerintah Saudi Arabia mewajibkan seluruh pendatang melakukan perekaman biometrik. “Data biometrik ini hanya berlaku enam bulan,” ungkapnya.

Anam melanjutkan, hingga kemarin (15/3/2019) 80 persen Paspor CJH Lamongan sudah diterbitkan sehingga perekaman biometrik sudah bisa dilakukan. Namun, pihaknya berencana mengusulkan pelaksanaannya dilakukan secara khusus bagi CJH Lamongan. “Perekaman setiap saat bisa dilakukan. Tidak berdasarkan nomor urut Kloter, tapi harus konfirmasi ke Tasheel (Visa Fasilitation Service Tasheel) dulu, untuk memastikan tanggal yang kosong. Nanti kami mengirimkan biodata CJH Lamongan yang sudah siap sekaligus usul tanggalnya supaya terkoordinasi dengan baik,” kata Anam.

Dia menambahkan, di Propinsi Jawa Timur lokasi perekaman biometrik ada tiga kota. Yakni Surabaya, Malang dan Banyuwangi. Untuk mengakomodir banyaknya calon jamaah haji, Kemenag Pusat juga berencana menambah lokasi perekaman di setiap wilayah kerja (Wilker) khusus haji, perekaman biometrik ini tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Anam juga menambahkan, tidak semua CJH asal Lamongan saat saat ini berdomisili di Kota Soto tersebut, sebagian ada yang merantau ke daerah lain. CJH tersebut tidak bisa melakukan perekaman biometrik di daerah rantauannya. Pihaknya melalui Kelompok Bimbingan Ibahadh Haji (KBIH) berupaya memastikan kapan CJH yang merantau tersebut bisa hadir melakukan perekaman biometrik.

“Maksimal mendekati tanggal terakhir perekaman akan dipanggil semuanya. Mengingat ini kebijakan dari Pemerintah Saudi Arabia,” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry

Kabiro : ferry