Kejari Ponorogo Belum Tetapkan Eks Wabup Ida Sebagai DPO

Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Heppy Al-Habibie                                         ( foto : kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Kejari belum menetapkan mantan wakil bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih dalam Daftar Pencarian Orang(DPO) di kasus tindak pidana korupsi alat peraga pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 -2013 Dinas Pendidikan Ponorogo.

Selama ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo telah 3 kali memanggil mantan wakil bupati Ponorogo namun yang bersangkutan selalu mangkir dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya dengan alasan sakit. Sehingga pencarian hingga ke 5 tempat di mana Ida ditengarai sering berada di Ponorogo itu, untuk memastikan apakah benar-benar sakit.

Baca:  Komisi D Ingatkan Perpres No.80/2019 Jangan Ganggu Prioritas Pembangunan Yang Gunakan APBD Jatim

Kasi Pidana Khusus Kejari Ponorogo, Happy Al Habibi mengatakan, pencarian tersangka DAK yang dilakukan Rabu lalu,(26/10/2016), sudah dilaporkan ke pimpinan. Apakah akan dilanjutkan atau melibatkan polisi dalam pencarian itu, Happy belum bisa memastikan. Hanya saja semua akan menjadi bahan evaluasi.

“Kita sudah lapor ke pimpinan. Langkah selanjutnya masih akan dievaluasi. Pencarian terhadap tersangka ini untuk meyakinkan apakah kesehatannya ( terganggu), makanya dilakukn pengecekan, tapi  tidak ketemu.Setelah itu kita rapatkan, gimana ,” terang Happy.

Pihaknya yakin kalau mantan Ketua DPD Partai Golkar Ponorogo itu tidak pergi ke luar negeri karena hingga saat ini Ida masih dicekal oleh Imigrasi dan selalu diperpanjang jika masa pencekalan itu habis.

Baca:  Bupati Sambari Angkat Bicara Soal Lawatan 119 Pejabat Gresik

“Selama kasus ini belum selesai entah di SP3 atau vonis tetap dicekal, terus menerus perpanjang. Yang jelas  usaha tetap menemukan bu Ida,” tegasnya.

Dalam kasus tindak pidana korupsi  alat peraga pendidikan DAK tahun 2012 -2013 , yang merugikan negara sebesar Rp 4,5 milyar itu, Ida dituding sebagai aktor intelektualnya.

Delapan orang sudah dihukum dan ada diantaranya masih menjalani hukuman di Rutan Ponorogo.

Seperti diketahui, kasus korupsi DAK Dindik Ponorogo untuk tahun anggaran 2012 dan 2013 bergulir sejak Oktober tahun 2014 lalu.(AD)