Pergub DKI Nomor 132/2018 Diharapkan Redam Konflik di Rumah Susun

Suasana seminar Implementasi Pergub DKI Jakarta Nomor 132/2018 tentang Pembinaan pengelola rumah susun milik (Rusunami), di Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Hidup di lingkungan rumah susun milik (rusunami) atau apartemen, berbeda dengan hidup normal di lingkungan bertetangga pada umumnya. Hidup disana diperlukan toleransi yang cukup tinggi karena penghuninya sibuk ditambah pengelola menerapkan aturan yang cukup ketat, sehingga terkadang menimbulkan konflik antara penghuni dengan pengelola yang sering berlanjut ke ranah hukum.

Kondisi ini membuat tidak harmonis kehidupan dalam rumah rusun tersebut, sehingga dari harapan dan tujuan awal sebagai rumah hunian yang nyaman, tentram seperti brosur atau flyer dan janji pengembang diawal pembangunan.

Melihat permasalahan tersebut, GMT Institute bekerjasama dengan APERSSI (Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia) menyelenggarakan seminar dengan judul Implementasi Pergub DKI Jakarta Nomor 132/2018 tentang Pembinaan pengelola rumah susun milik (Rusunami), pada Kamis (14/03) di GMT Institute, Menteng, Jakarta Pusat.

Frumentius da Gomez selaku Direktur GMT Institute, mengatakan seminar ini diadakan melihat banyak kasus terjadinya perselisihan yang disebabkan terjadinya ketidakpercayaan penghuni atas berbagai kebijakan peraturan badan pengelola, seperti belum terpenuhinya pembentukan P3SRS, PBB, isu besaran service charge dan utiliti termasuk dendanya, ketersediaan parkir, termasuk tidak transparannya laporan pertanggungjawaban, penggunaan biaya, untuk operasional pengelolaan.

Menurutnya, untuk menjembatani rangkaian permasalahan tersebut di atas, dan mencegah terjadinya potensi konflik di masa mendatang untuk terciptanya kehidupan yang nyaman, aman dan sehat di lingkungan hunian khususnya di DKI Jakarta diperlukan sebuah perundang-undangan sebagai payung hukum untuk mengatur hal tersebut, dalam hal ini sudah diterbitkan Pergub DKI Nomor 132/2018 tentang pembinaan pengelolaan rumah susun milik.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai perwujudan dukungan nyata kami untuk suatu perubahan dalam tata kelola pengelolaan rusunami ke depan,” ujar Frumentius da Gomez.

Sementara itu, Angga Putra Fidrian membahas dasar pertimbangan suasana yang melatarbelakangi lahirnya pergub ini sebagai implementasi visi dan misi Pemda DKI di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta H. Anies Baswedan yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan atau partisipasi peran penghuni, dikelola secara transparan dan mendorong terciptanya kolaborasi diantara stakeholder dalam suatu satuan rumah susun milik yang pada akhirnya diharapkan tercapai kesejahteraan bersama.

“Diharapkan pergub ini dapat memberikan kesetaraan bagi konsumen atau pemilik dan pelaku pembangunan atau developer dan atau pengelola,” kata Angga.

Dalam seminar tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber, seperti Meli Budiastuti memaparkan materinya terkait dasar hukum lahirnya Pergub ini, perubahan fungsi dan peran organisasi dan tata kerja dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Alur Implementasi Pergub Nomor 132 Tahun 2018 termasuk timeline pelaksanaan serta beberapa permasalahan yang ada baik menyangkut PPRS/P3SRS yang telah berbadan hukum maupun yang belum.

Kemudian, Ibnu Tadji menyampaikan materi terkait Permasalahan dan Strategi Implementasi Pergub 132/2018 terhadap beberapa Varian PPRS Rumah Susun berdasarkan kondisi saat ini dan proses penyesuaiannya agar sesuai dengan amanah Pergub.

Serta, Vera Wheni menyampaikan materi terkait upaya hukum pengelolaan rumah susun milik oleh para pemilik jika terjadi dispute, seperti Legal Standing (hak gugat) pemohon Judicial Review, syarat formil dan materi yang harus dipenuhi, serta peluangnya.

Rangkaian kegiatan seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab terkaityang relevan dengan isu-isu relevan yang sedang berkembang saat ini dihubungkan dengan pelaksanaan Pergub 132/2018. Para peserta sangat antusias dan berharap diadakan kegiatan serupa sehingga mereka mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

“Harapan ini menjadi komitmen GMT Institute, untuk terus menghadirkan kegiatan seperti ini yang mana sesuai dengan misinya memberikan pencerahan bagi praktisi property di Indonesia,” tutur Frumentius da Gomez mengakhiri. @Rudi

pemimpin umum kanalindonesia.com, caleg provinsi no urut 2, dapil jatim 9, Partai Perindo
WELAS ARSO