Bonceng Sekda pakai Motor, Plt Bupati Trenggalek Sidak Pasar Pon

PLt Bupati Trenggalek bonceng Sekda

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur Moch Nur Arifin dengan membonceng Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar Pon Trenggalek, yang sedianya akan segera berdiri bangunan baru, Senin (18/3).

Kedatangan orang nomor satu di Trenggalek ini  disambut ratusan pedagang pasar.Para pedagang pasar mengeluh karena, penataan pasar, penataan parkir, dan lalu lintasnya yang kini sangat semrawut.

“Saya datang ke sini karena masih mendengar banyak keluhan dari saudara pedagang,”ucapnya.

Sementara, saat diburu pertanyaan kenapa harus naik motor dengan membonceng Sekda, Joko Irianto, Plt Bupati yang penghobi motor ini dengan lugas menjawab, jika dirinya memang lebih dimudahkan dengan menaiki kendaraan roda duanya dari pada bermobil.

“Rasanya lebih praktis dan cepat jika naik motor. Anti macet serta tidak terlalu formal,”katanya enteng.

Terhadap masalah lainya penataan pedagang pasar Pon yang posisinya terpencil, sedangkan pedagang yang ada di depannya, tidak berjualan, menurutnya ini yang harus ditata kembali.

“Jangan sampai jualannya menjadi sepi, sehingga mengurangi pendapatan para pedagang,”tegasnya.

Masalah adanya dualisme paguyuban pasar, Gus Ipin sapaan akrab Plt Bupati Trenggalek ini mengatakan bahwa jika perlu pemilihan ulang dengan cara pemilihan langsung.

“Tentu nanti yang mengatur  sebelumnya harus mengabarkan ke dinas terkait, karena yang paling tahu kebutuhanya adalah, para pedagang sendiri,”tandasnya.

Malahan, Arifin meminta agar para pedagang tidak ada sifat ego sentris. Kesemuanya punya tujuan yang sama , bagaimana mencari nafkah yang berlimpah melalui pasa ini.

“Saya minta  jangan egosentris, dan saya tekankan jangan mau dimintai apapun oleh paguyuban, pekerja di pasar, yang nota bene adalah ASN, jika tidak dengan musyawarah,” terangnya.

Menurutnya, masalah pembangunan pasar pon, pihaknya mengaku jika terus berkomunikasi dengan Menteri Perdagangan. Hal yang diusulkan kepada menteri termasuk pula kurangnya fasilitas yang harus ada di pasar nantinya.

“Pembangunan pasar pon yang akan dibangun bertambah luas, tetapi pedagangnya tidak lebih banyak, terus sepi , ya jangan sampai seperti itu kondisinya,”terangnya.

Gus Ipin mengatakan, dirinya berharap pasar pon ini  menjadi lebih ramai.

“Sebelumnya pasar pon yang tidak begitu luas itu sangat ramai, karena tidak ada tempat parkirnya,” imbuhnya.

Sedangkan desain baru pasar pon sekarang ini, tempat parkirnya sangat luas, ada ruang laktasi, ada ruang bidang miring, ruang pameran, untuk sekolah pasar dan  musyawarah pasar.

“Itu semua dikasih ruangan, juga ruang ATM,”tandasnya sambil menuding pojok hamparan pasar yang kini telah rata dengan tanah.

Harapan dia,  pasar Pon  nanti lebih humanis, yang berdagang dan  yang membeli lebih betah untuk berbelanja. Pasar Pon sendiri akan dibangun dengan standar SNI, jadi tanahnya tidak dibuat los menyeluruh, tetapi sebagaian dipakai sebagai fasilitas penunjang.

“Sekarang untuk fasilitas penunjang sedang menunggu kepastian dari pusat, jika mendapat bantuan langsung akan dilelang, PU yang akan mengecek, selanjutnya dikerjakan, tahun depan sudah selesai,”lanjutnya.

Dperkirakan Gus Ipin, anggaran dari pusat ini kepastiannya sampai dengan bulan April depan, jika tidak ada keputusan dan kepastian, pihaknya akan segera menggunakan anggaran APBD dan segera dilelang.

“Saya pastikan tahun ini pembangunan pasar pon harus dilaksanakan,” pungkasnya.(dik/ham)

pemimpin umum kanalindonesia.com, caleg provinsi no urut 2, dapil jatim 9, Partai Perindo
WELAS ARSO