Dianggap Lakukan Perselingkuhan, Warga Demo Oknum Perangkat Desa di Jombang

Masyarakat Desa Sukopinggir, saat demo di kantor Desa setempat

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Puluhan warga Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur melakukan aksi demonstrasi, dan menuntut salah seorang perangkat desa setempat untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Hal ini dilakukan warga, lantaran warga merasa resah dengan ulah S (40), oknum kaur Kesra, yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan RA (33) yang merupakan warganya sendiri.

“Tuntutan adalah untuk menurunkan kaur kesra supaya turun dari jabatan karena sudah berbuat amoral. Berhubung ini membawahi kesejahteraan rakyat dan kegamaan sudah tidak pantas berbuat zinah seperti itu,” ujar Solihan, salah satu warga yang turut dalam aksi unjukrasa di kantor Desa Sukopinggir, Selasa (19/3/2019).

Terpisah, Sukidi Wibisono, Kepala Desa (Kades) Sukopinggir, menjelaskan bahwa sebelumnya sudah mendudukkan sejumlah pihak terkait. Bahkan dihadapan BPD, hingga sejumlah tokoh masyarakat, RA telah mengakui telah berbuat intim dengan S sebanyak dua kali.

“Yang pertama itu di suatu tempat dan kedua di sebuah hotel. Meski RA sudah mengaku dan berani disumpah, namun S menyangkalnya,” tutur Sukidi.

Selanjutnya, langkah dari pemerintah desa yang sudah melakukan musyawarah memutuskan untuk memberhentikan S. Namun rekomendasi tersebut justru mendapat penolakan dari Pemerintah Kecamatan.

“Permasalahan ini sebenarnya  kurang lebih sudah dua bulan, sudah kita tindak lanjuti, karena tempo hari tokoh masyarakat, tokoh agama dan BPD melakukan musyawarah, dari hasil musyawarah tersebut disepakati S Kaur Kesra dan Pelayanan Umum untuk diberhentikan, namun rekomendasi pemberhentian tersebut justru mendapat penolakan dari Pemerintah Kecamatan,” terang Sukidi.

Masih menurut penjelasan Kades, alasannya sesuai Perbup nomer 15 tahun 2018, untuk pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa wajib konsultasi dengan kecamatan. “Hasil konsultasi itu Pak Camat memberikan penolakan, alasan Pak Camat karena saudara S belum terbukti bersalah diputuskan Pengadilan,” tegas Sukidi.

Maka dari itu, lanjut Sukidi, pihak pemdes tidak berani menerbitkan surat keputusan (SK) pemberhentian terhadap S.“Saya sendiri tidak berani memaksakan memberikan SK pemberhentian,” tukasnya.

Sementara itu, mantan suami RA, Susandoko (38), membenarkan adanya dugaan perselingkuhan antara mantan istrinya dan sang modin, terjadi pada pertengahan bulan Juni tahun lalu.

“Mulanya saya tahu perselingkuhan istri saya semenjak bulan 6 tahun lalu, saya dapat informasi dari anak saya jika istri saya seringkali dijemput oleh S di rumah pada waktu malam hari, selain itu saya juga punya bukti percakapan antara S dengan istri saya,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan rencananya, warga akan kembali melakukan aksi unjukrasa dengan massa yang lebih banyak lagi hingga tuntutan mereka dipenuhi.(BEN)