Polisi di Jombang, Bekuk Pelaku Pembuat Miras Jenis Arak

Tersangka pembuat miras saat diamankan Polisi di Polres Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Satreskrim Polres Jombang telah berhasil mengungkap tempat produksi miras jenis arak, yang terletak di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 21 drum cairan fermentasi dan 2 drum berisi miras yang telah siap edar dari lokasi pembuatan.

“Kemarin kita amankan dua orang tapi yang berperan penuh adalah Tersangka berinisial L ini, sementara  rekan L yang berinisial M hanya sebagai saksi saja,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, pada sejumlah jurnalis, Selasa (19/3/2019).

Masih menurut penjelasan Azi, penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat setempat, yang telah resah dengan keberadaan tempat pembuatan miras jenis arak tersebut. Usai mendapat laporan dari masyarakat pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dengan segera membentuk tim guna melakukan penggerebekan.

“Awalnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pembuatan miras jenis arak di Dusun Gedangkeret, Desa Banjardowo, Jombang, kemudian Tim kita dari Resmob melakukan penggrebekan sekira jam 17.30 wib di tempat pembuatan miras tersebut,” jelas Azi.

Setibanya di lokasi kejadian,  Pihak Polres hanya mendapati 2 orang saja yang berada di lokasi pembuatan miras, masing-masing bernama Lamsio (48) warga Semanding, Tuban dan Mulyadi (32) warga Dusun Gedangkeret. Keduanya ditangkap saat sedang melakukan proses produksi minuman keras ini.

“Kita periksa M hanya sebagai saksi karena dia tidak ikut memproduksi, dia hanya disuruh dan diberi upah. Tersangka L merupakan pemilik sekaligus pemodal dalam bisnis arak putih ini ” tegas Azi.

Pihak Satrekrim Polres Jombang  menetapkan satu orang sebagai tersangka penjual miras jenis arak dan seorang lainnya sebagai saksi.

Kepada Polisi, tersangka mengaku, home industrinya ini telah beroperasi selama 6 bulan dan menghasilkan omset jutaan rupiah.

“Dia sudah memproduksi dan menjual arak selama 6 bulan. Untuk omset yang didapatkan tersangka dari penjualan arak ini  per harinya mendapat keuntungan Rp. 300 ribu dari penjualan 12 botol arak, untuk satu botol arak dijual dengan harga Rp.25 ribu,” tutur Guspitu.

Dalam penggerebekan itu, petugas menyita 21 drum berisi cairan fermentasi , 2 drum berisi arak siap edar, 30 tabung LPG berisi 3 kg, 4 kompor, 2 pompa air, 320 botol plastik, selang dan 1 alkoholmeter.

“Tersangka kita kenakan Pasal 137 ayat (1),(2) Juncto Pasal 77 ayat (1),(2) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012, Tentang Pangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun da  denda Rp.10 Milyar,” tukasnya. (BEN)