Kementrian Kelautan dan Perikanan Genjot Produksi Ikan Air Tawar

Perikanan : Anggota DPR RI Endang Srikarti Handayani, bahwa peluang bisnis masih terbuka lebar.(Mulyawan)

BOYOLALI – KANALINDONESIA.COM

Kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi lV DPR RI ,ke Kabupaten Boyolali ingin membuka peluang kerjasama dengan pemerintah daerah untuk membangun balai benih ikan guna mencukupi tingginya kebutuhan benih ikan di sejumlah daerah minapolitan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Subiyakto saat mengunjungi kelompok budidaya ikan Mina Lestari di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, pada, Rabu(20/3/2019).

Ia mengatakan, KKP tahun ini akan menyalurkan bantuan sebanyak 200 juta ekor benih ikan air tawar, ikan air payau, dan ikan air laut. Hingga saat ini, Slamet mengklaim bantuan benih ikan tersebut sudah tersalurkan sekitar 30 persen”,katanya.

Menurutnya dari 200 juta ekor benih ikan itu terbagi dalam komposisi 24 persen benih ikan air tawar, 74 persen benih ikan air payau, dan 2 persen benih ikan air laut. Pada 2018, total bantuan benih ikan yang disalurkan mencapai 115,6 juta ekor (74,6 %) dari target 155 juta ekor.

“Disini KKP menyalurkan bantuan benih ikan lele sebanyak 300.000 ekor, 100.000 ekor benih ikan nila, dan 20 ton pakan ikan mandiri, untuk sejumlah kelompok yang tersebar di Kecamatan Sawit, Teras, Cepogo, Mojosongo, dan Ampel”,ujarnya.

Lebih lanjut menurut Slamet, kebutuhan benih ikan di Boyolali memang tinggi. Sebab, Boyolali merupakan minapolitan berkategori A, pertumbuhan budidaya ikan air tawarnya terbilang pesat. Saat ini Boyolali menduduki peringkat kedua dalam hal memenuhi permintaan ikan air tawar di pasar Jawa Tengah.

“Peluang bisnis budidaya ikan air tawar masih sangat terbuka lebar. Pertumbuhan budidaya ikan air tawar secara nasional pada tahun ini meningkat 20 – 30 persen dibandingkan tahun lalu. Data dari KKP, pendapatan pembudidaya ikan air tawar juga terus merangkak dalam kurun empat tahun, dari sekitar Rp 3 juta pada 2016 menjadi Rp 3,3 juta pada 2019”, lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali Juwaris mengatakan, kebutuhan benih ikan air tawar di Boyolali mencapai sekitar 300 juta ekor per tahun.

“Rata-rata baru tercukupi sekitar 160 juta ekor benih ikan per tahun. Jadi masih kekurangan sekitar 140 juta ekor benih ikan per tahun,” kata Juwaris.

Anggota DPR RI, Endang Srikarti Handayani yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebutkan kekurangan benih ikan terjadi di hampir seluruh minapolitan di Indonesia.

“Di samping menyalurkan bantuan berupa benih ikan secara langsung, alangkah baiknya kalau KKP juga membuat program penambahan balai-balai benih ikan,” kata Endang.

Pihaknya akan terus mengamati dan melakukan pembinaan dan permodalan,tentunya kelanjutan nya akan menjadi luar biasa di Boyolali.(Mul)