Puting Beliung Terjang Lamongan, Gedung Sekolah dan Rumah Warga Rusak

Salah satu bangunan di lingkungan SDN Maduran Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan nampak rusak akibat terjangan puting beliung yang melanda kawasan tersebut, kamis siang. Foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Hujan bersamaan angin puting beliung melanda di wilayah Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan, Kamis (21/03/2019) siang. Akibat kejadian ini sejumlah bangunan gedung sekolah dan milik warga rusak. Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolsek Maduran AKP Toyib mengatakan, pihaknya menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian korban angin puting beliung di Desa Maduran Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan tersebut untuk membantu dan melalukan pendataan. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu korban angin puting beliung.

“Ada pun bangunan yang rusak yaitu geduang sekolah SD Negeri Maduran dan rumah dinas serta satu rumah milik warga,” ujar AKP Toyib dikonfirmasi.

Akibat hantaman angin puting beliung tersebut bangunan gedung sekolahan SD Negeri Maduran mengalami kerusakan diantaranya kaca jendela pecah, atap genting kelas dan plafon ruang kelas hancur. Selanjutnya rumah dinas yang ditempati Afandi guru SD Negeri Maduran mengalami kerusakan pada atap teras ambruk dan dinding belakang rumah dinas rusak.

Sedangkan, rumah milik warga Sumarlin mengalami kerusakan pada genting samping kiri rumahnya akibat diterjang angin puting beliung. ” Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya mengalami kerugian matrial sebesar RP 50 juta, ” tandasnya.

Sementara itu menurut keterangan guru SD Negeri Maduran Nismudi, mengungkapkan kejadian langsung begitu cepat. Pusaran angin datang dari depan sekolahan dan langsung menghantam pohon hingga roboh. Setelah itu, angin menghantam rumah dinas yang ada dikomplek sekolahan.

Usai menghantam rumah, angin puting beliung kemudian membawa serpihan dan menghantam tiga ruangan kelas yang ada di gedung sekolahan. ” Alhamdulillah saat kejadian anak-anak istirahat, sebagian sholat dhuha di mushola, sebagian bermain dihalaman, sehingga tidak ada yang luka, ” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry
Kabiro : ferry