Nelayan Pantura Lamongan Berhenti Melaut Lagi Karena Cuaca Buruk

 

Puluhan perahu nelayan di Pelabuhan Kranji Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan banyak yang bersandar karena cuaca buruk lagi. Foto: Omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sempat mulai berani melaut, para nelayan di Paciran Lamongan kembali berhenti melaut. Sebab ada peringatan gelombang tinggi dan angin kencang hingga empat hari ke depan. Pringatan itu dari Badan Meteologi dan Geofisika (BMKG).

“Mulai sekarang (kemarin, Red) sebagian nelayan berhenti tak melaut karena ada peringatan gelombang tinggi dari BMKG Surabaya,” kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Mukhlisin Amar, kemarin (20/03/2019).

Dia mengungkapkan, saat pagi hari kondisi cuaca sebenarnya normal. Namun, sore hari mulai menunjukkan tanda-tanda angin kencang dan gelombang tinggi. “Memang masih ada nelayan yang nekad melaut, namun jumlahnya sedikit,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi cuaca kurang bersahabat sebenarnyasudah terjadi beberapa hari lalu. Yakni setelah adanya kapal yang terbalik setelah diterjang ombak besar. “Sejak itu para nelayan mulai berhati-hati. Dan akhirnya mulai hari ini (kemari, red) mereka tak melaut karena kondisi cuaca benar-benar buruk,” tukasnya.

Mukhlisin mengungkapkan, kondisi cuaca saat ini membingungkan nelayan. Karena berubah-ubah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tahun-tahun sebelumnya, setelah terjadi gelombang dan angin tinggi sampai beberapa bulan, kemudian kembali normal. Namun, saat ini berubah-ubah dan sulit diprediksi,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, tambah dia, para nelayan saat ini bergantung pada informasi cuaca dari BMKG. “Kalau BMKG menyatakan cuaca membaik, para nelayan baru akan melaut,” pungkasnya.
Jurnalis : omdik/ferry
Kabiro : ferry

pemimpin umum kanalindonesia.com, caleg provinsi no urut 2, dapil jatim 9, Partai Perindo
WELAS ARSO