Polres Gresik Ungkap Pembunuhan Driver Online di Kepatihan

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Tak butuh lama Satreskrim Polres Gresik untuk mengungkap pelaku pembunuhan driver online di Kepatihan, Menganti, Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu, Pelakunya adalah FA(22)  warga Jalan Kupang Krajan, Surabaya.

Kurang dari 2 x 24 jam Satreskrim berhasil menangkap ke 4 pelaku di berbagai tempat berbeda, hal ini diungkapkan oleh Kapolres saat press relese pada Kamis (21/03/2019) kemarin.

FA (pelaku utama) adalah sahabat karib korban, berawal dari pelaku mencuri hp milik  korban, karena aksinya diketahui pemiliknya, pelakupun malu dan panik dengan spontan pelaku langsung duel dengan korban, lantas korban kalah dan pelaku menjerat korban dengan kabel charger hp.

Melihat palu di dekat korban yang sudah tergeletak, pelaku lantas memukulkan palu di kepala korban beberapa kali hingga tewas.

Melihat rekanya tewas, pelaku membawa kabur motor Honda Vario nopol L 4075 ER milik korban.

Selain FA sebagai pelaku utama, polisi juga mengamankan tiga pelaku lainnya, yakni, RP (27), warga Keputran Pasar Kecil dan NH (51) warga Banyu Urip Kota Surabaya selaku penadah ponsel, serta IH warga Bulak Banteng Madya,Surabaya penadah motor.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, korban sempat menjemput tersangka di depan gang rumahnya mereka lalu pergi dengan mengendarai mobil Daihatsu Sigra nopol L 1182 XF.

“Keduanya lalu pergi ke salah satu diskotek di kawasan Surabaya. Di situ mereka minum bir sebanyak 5 botol. Setelah tengah malam, keduanya lalu pulang ke rumah korban di Kepatihan, Menganti, Kabupaten Gresik,” ujar AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Lanjut AKBP Wahyu Sri Bintoro,”setelah tiba di rumah korban yang berada di Kepatihan, Menganti, keduanya sempat ngobrol sebentar dan korban sempat minta tolong kepada pelaku untuk dicarikan teman wanita, karena korban sudah terlanjur mabuk, akhirnya tidak jadi,”ujar kapolres.

“Melihat korban sudah tertidur lelap pelaku berinisiatif untuk mengambil handphone korban dan ternyata korban belum sepenuhnya tertidur pulas, duelpun terjadi hingga korbanpun kalah lantas pelaku menjerat leher korban dengan kabel charger hp,” sambung Kapolres.

Setelah mengetahui korban meninggal, lanjut Kapolres, “pelaku lantas membawa kabur motor vario dan ponsel korban ke daerah Kenjeran, Surabaya untuk dijual ke dua tempat yang berbeda. Untuk ponsel dijual seharga Rp 300 ribu ke saudara NH dan D, untuk motor dijual ke IH dengan harga Rp 3 juta,”lanjut Kapolres.

“Berawal dari  penadah ponselnya dulu yang kita tangkap lalu berlanjut kepada pelaku utamanya,”lanjutnya.

Untuk ketiga pelaku lainnya, NHuda, D dan IH dijerat pasal 480 KUHP tentang penadah barang hasil kejahatan dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara.

Sementara pelaku utama dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ancaman hukumanya paling lama 15 tahun penjara.(irwan)