Musrenbang 2019 Titik Beratkan Sektor Pariwisata Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas(Plt) Bupati Trenggalek,Jawa Timur, H. Moch. Nur Arifin segera menuntaskan program kerjanya  pada kurun waktu dua tahun mendatang. Pasalnya dua tahun yakni 2020 dan 2021 merupakan tahun krusial bagi kepemimpinannya. Apalagi kini , dia sudah sendiri pasca dilantiknya Bupati Emil Elestianto Dardak menjadi Wagub Jatim.

Moch Nur Arifin mengatakan, momentum  Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang ) Kabupaten  merupakan Musrenbang ke-3 sejak dirinya dilantik. Masih ada lagi sisa tahun 2020 dan tahun 2021 akan berakhir pada bulan Februari.

“Ini merupakan dua tahun krusial dimana RPJMD kita telah disusun, apakah sudah banyak indikator kinerja yang dicapai, kalau belum apa yang harus kita lakukan,”ucapnya, Kamis, (21/3) di Trenggalek.

Kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020 ini mengusung tema “Sinergitas Pembangunan Pariwisata dan Implementasi e-Government Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Daerah dan Pelayanan Publik”.

Lebihlanjut, Arifin menjelaskan, dilihat dari perjalanan RKPD yang ada, tahun pertama mencanangkan pembangunan  berbasis agro kemudian beranjak kepada meningkatkan daya saing yang semuanya tetap ujung-ujungnya tetap pada upaya pengentasan kemiskinan.

“ Bila programnya sudah ada maka kita persiapkan percepatannya dan market place nya dengan kita berfokus pada pariwisata dan e-goverment,”jelasnya.

Dikatakannya, Musrenbang kali ini hampir sama dengan Musrenbang sebelumnya, namun ada yang berbeda,. Musrenbang tahun 2019 ini didahului musyawarah perencanaan perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya (Musrena Keren).

“Mungkin ini satu tahapan satu-satunya di Jawa Timur,” katanya.

Kenapa harus didahului dengan hal ini, masih keterangan Arifin, karena pihaknya sadar di forum ini tidak mampu menampung semua keluh kesah, forum ini tidak mampu untuk kita berdiskusi terlalu panjang mana yang kita prioritaskan atau dahulukan.

“Apalagi ruang untuk, kelompok perempuan, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lain dirasa sangat kurang,”terangnya.(dik/ham)

WELAS ARSO