Plt Bupati Trenggalek Prakarsai Dana Kompensasi Emisi Gas Buang

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H Moch Nur Arifin prakarsai kompensasi lingkungan sebagai akibat polusi yang ditimbulkan dari emisi gas buang kendaraan bermotor.

Dikatakan dia,  secara tidak langsung pengguna kendaraan bermotor  turut menjadi penyumbang terjadinya pemanasan global melalui gas buang karbon dari kendaraan yang dikendarainya.

“Tanpa disadari kita semua, yang kita kendarai ini telah ikut andil merusak lingkungan,”ucapnya, Minggu, (24/3) di Trenggalek.

Hal ini ditegaskan Moch Nur Arifin saat digelarnya kegiatan Satu Aksi Cinta Lingkungan, yang mengajak para komunitas sepeda motor (Rider) yang mengikuti Ride for the Earth dengan aksi menanam pohon sebagai bentuk  kompensasi atas gas buang yang mereka keluarkan bertempat di Pantai Kili-Kili Kecamatan Panggul.

“Hari ini kita awali dengan aksi kepedulian lingkungan,”tuturnya.

Arifin menjelaskan, per 50 cc kendaraannya, mereka harus mengeluarkan kompensasi sebesar Rp 10 Ribu. Dari uang yang terkumpul itu nantinya akan didonasikan dalam bentuk bibit rumpun bambu, yang ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Dari semua kendaraan kita ini mengeluarkan emisi karbon yang erat dengan pencemaran. Ini menjadi alasan kita untuk mengajak semua komunitas kendaraan bermotor untuk melakukan donasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kenapa harus tanaman bambu yang dipilih. Karena jenis tanaman ini yang direkomendasikan mampu menyerap air serta menyimpannya dalam kurun waktu yang lama.

“Tanaman bambu secara fakta memang yang bisa menyerap air dan itu keseimbangan alam,”imbuhnya.

Plt Bupati menegaskan dari donasi yang digalang tidak sepersenpun diambil untuk kepentingan orang perorang ataupun panitia kegiatan.

“Uangnya bukan untuk panitia, melainkan kita gunakan untuk donasi. Kita belikan bibit rumpun bambu, satu rumpun seharga Rp 50 Ribu , kalau ada 100 rumpun berarti donasi yang terkumpul sebanyak Rp 5 Juta,” tegasnya.

Menurut Gus Ipin, lima rumpun bambu jika bila ditanam akan membutuhkan lahan hingga seluas 25 kilometer persegi. Tentunya hal itu cukup untuk menyimpan sekian liter air dan erosi tanah yang gundul.

“Jika ini kita lakukakan terus menerus, banjir yang selalu jadi langganan kita akan teratasi juga,”pungkasnya. (ham)