Merasa Tertipu Iming-iming Investasi, Ibu-Ibu di Trenggalek Melapor Polisi

Foto: surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Foto: surabaya.tribunnews.com/david yohanes

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Merasa tertipu dengan iming-iming investasi , sekelompok ibu-ibu mendatangi Mapolres Trenggalek , Jawa Timur guna mengadukan perempuan berinisial EKP yang juga warga setempat.

Tak tanggung-tanggung , kerugian pelapor tersebut hingga mencapai ratusan juta rupiah. Kini pihak Polres Trenggalek sendiri masih mendalami kasus tersebut dan membentuk tim kusus.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kasubag Humas Polres Iptu Supadi membenarkan kejadian pelaporan dugaan penipuan yang bermodus investasi itu.

“Memang benar kedatangan ibu-ibu muda ini untuk menanyakan terhadap perkembangan pengaduan yang dibuat dua minggu yang lalu berkaitan dengan laporan adanya dugaan investasi bodong. Hingga mengakibatkan ibu muda ini merasa tertipu ratusan juta menurut pengaduan yang disangkakan,” jelasnya.

Iptu Supadi melanjutkan kasus yang tergolong baru ini kini telah ditangani pihak Satreskrim Polres. Sementara media yang digunakan pelaku yang kini masih diburu itu adalah menggunakan sarana media sosial facebook dan messenger.

“Mereka mengaku ikut investasi karena iming-iming laba besar dan menggunakan FB dan messenger,”lanjutnya.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek , AKP Sumi Andana dalam keterangannya, setelah mendapati pengaduan dari korban, pihaknnya secepatnya akan menindak lanjuti termasuk memanggil terlapor dan saksi-saksi. Karena ini ada dugaan investasi bodong, untuk itu petugas akan menerjunkan tim Unit Pidum dan Unit Pidsus untuk menyelesaikan perkara ini.

“Dari hasil pengaduan tersebut petugas juga sudah memperoleh keterangan dari 10 saksi dan selanjutnya diterbitkan surat tugas dan membentuk tim untuk melakukan serangkaian penyelidikan. Untuk saat ini perkara masih berjalan dan selanjutnya terhadap terlapor akan dimintai keterangan,” terangnya.

Kiki Wulandari, (30) salah satu korban warga Desa Parakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek mengatakan, penipuan yang dialaminya itu berawal dari media sosial Facebook. melalui medsos itu, pelaku menggelar arisan. Arisan itu sendiri berdiri sejak 2014. Kemudian mengetahui hal itu, memutuskan untuk gabung dalam arisan tersebut.

“Awal mulanya komunikasi saya terjalin melalui media Facebook, salah satu hal menjadikan yakin ikut bergabung dalam investasi ini, ownernya sendiri selalu membawa bahwa dia adalah istri seorang anggota. Selain itu ia juga menyatakan bahwa dari gaji suaminya sendiri sudah bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari,” ucapnya.

Awalnya, arisan tersebut berjalan lancar dan on time, sehingga otomatis semakin banyak yang ikut bergabung pada kegiatan arisan ini. Pada tahun 2017 akhir, sekitar bulan Desember merupakan awal pada investasi. Pada 9 Desember 2018 dinyatakan kolap serta owner menyatakan tidak mampu memberikan janjinya.

“Awalnya, kalau kita masukan investasi uang Rp 4 juta rupian, maka akan dapat bunga Rp 900.000 per bulan. Setelah terjadi kolap, owner sendiri telah menyatakan untuk mengembalikan uang investasi tersebut. Namun hingga saat ini kami belum mendapatkan uang pokok yang masuk sebagai modal investasi dan akhirnya kita semua sepakat mengadukan kejadian ini ke Polres Trenggalek,” pungkasnya.(dik/ham)