Ratusan CASN di Trenggalek Terima SK

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H Moch Nur Arifin, resmi menyerahkan surat  keputusan (SK) Bupati tentang pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) hasil formasi rekrutmen  tahun 2018 sebanyak 377 orang.

Orang nomor satu di Trenggalek itu berharap kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) baru  di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ini mampu mengoptimalkan kinerjanya dengan alasan tenaga dan pikirannya masih tergolong usia muda.

“Masuknya para tenaga CASN  yang masih muda ini diharapkan akan ada perubahan. Tentunya juga tidak lepas dari peran serta bimbingan dari Kepala OPD terkait,”ucapnya di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin, (25/3).

Menurutnya , dengan tambahan tenaga baru , akan menambah kekuatan guna memaksimalkan kinerja di lingkup pemerintah yang dipimpinnya .

“Karena kita selalu ada di dalam isu reformasi birokrasi, apakah birokrasi seburuk isu tersebut. Maka dari itu saya tidak ingin isu tersebut melekat pada jajaran pemerintahan,”tegasnya.

Plt Bupati Moch Nur Arifin juga mengungkapkan, stigma buruk yang ada pada ASN karena ulah segelintir oknumnya utamanya ASN di posisi berinteraksi dengan masyarakat langsung, seperti tenaga guru dan teknis,  CASN harus mampu menunjukkan dan merubah sigma tersebut.

“Tugas kalian merubah stigma buruk tentang citra ASN,”ungkapnya.

Dikatakannya, perubahan terus berjalan dan tidak bisa di hindari. Untuk itu dia berharap kinerja ASN baru bisa dimaksimalkan .

“Jika kalian dulu sebelum jadi PNS juga menjadi rakyat biasa, serta pernah merasakan bagaimana menjadi rakyat ketika ingin mendapatkan fasilitas serta pelayanan publik yang diinginkan, sekarang ayo layani masyarakat dengan baik,” katanya.

Arifin melanjutkan, pihaknya ingin pelayanan terhadap masyarakat diprioritaskan, tidak hanya memikirkan secara pribadi. Apalagi kini pemkab juga sedang berupaya pada tambahan pengahasilan pegawai, dan  tunjangan kinerja yang dinilai dari kinerjanya.

“Jika ada kinerja yang melenceng selama dalam masa setahun kedepan bagi para CPNS diharapkan kepala OPD melaporkan langsung, jika ada buktinya tidak perlu diangkat jadi PNS,” tegasnya.

Jika pada sisi pelayanan tidak ada keramahan, lebih baik ganti saja pelayanan administrasi menggunakan mesin semua.

“Nanti ASN baru ini harus lebih humanis, berintegritas serta inovatif, “pintanya.

Sementara CASN telah menandatangani SK pengangkatan, juga sudah ada peraturan tidak di perbolehkan pindah tempat tugas minimal 10 tahun.

“Jangan sampai berfikir ketika pejabat yang duduk saat ini sudah purna tugas serta ganti pejabat baru maka akan berfikir itu gampang diatur, semua dengan proses,”pungkasnya. (ham)