Sasar Sekolah Dispendukcapil Rekam Biometrik

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kelompok usia ber KTP –el atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik kini disasar pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendiukcapil) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Beberapa sekolah setingkat SLTA terdiri SMK /SMA dan MA didatangi langsung tenaga perekaman elektronik agar proses pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) bagi pelajar sekolah, yang telah mempunyak hak memiliki identitas kependudukannya.

“Mulai pekan kemarin kami berlakukan layanan khusus pengurusan KTP-el secara kolektif di semua sekolah SMU yang ada di Trenggalek,” kata Joko Wasono, Kepala Dinas Dispendukcapil Kabupaten Trenggalek, Senin,(25/3) di Trenggalek.

Program tersebut, masih dijelaskan Dia, untuk para pelajar yang memasuki usia 17 tahun atau menjelang usia wajib KTP, “jelasnya.

Hal ini disebabkan selama ini sering terjadi siswa izin tidak masuk sekolah karena alasan mengurus KTP-el di Dispendukcapil Trenggalek.

“Izin awalnya sebentar, tetapi karena antrian panjang pengurusan KTP-e, siswa akhirnya tidak bisa mengikuti pelajaran hingga siang/sore,”tandasnya.

Selain itu, masih keterangan Joko Wasono, layanan kolektif melalui sekolah juga dilatarbelakangi syarat dan ketentuan KPU bahwa warga, termasuk pemilih muda/pemula, hanya bisa berpartisipasi dalam pemilu haruslah memiliki KTP-el.

“Mereka juga harus ikut pemilu,”terangnya.

Tanpa itu atau berkas surat keterangan pengganti KTP-el yang sah dan diakui, hak politik memilih dalam pemilu tidak akan bisa digunakan.

“Karena itulah, kami melakukan berbagai inovasi untuk melakukan percepatan perekaman, khususnya pada masyarakat yang baru melakukan perekaman,” katanya.

Oleh karenanya, saat ini Dispendukcapik Trenggalek aktif bekoordinasi dengan jajaran SMA/SMK sederajat di wilayah Trenggalek lainnya untuk keperluan tersebut.

“Nantinya, data yang didapat ketika perekaman tersebut akan disimpan, kemudian dikirim ke Kemendagri untuk dicek ketunggalan datanya dan selanjutnya dilakukan pencetakan jika usia telah 17 tahun yang tinggal beberapa hari saja,”tegasnya.

Sedangkan untuk tata cara pengambilan KTP-el, lanjut dia, sesuai prosedur akan dilakukan secara kolektif oleh pihak sekolah ketika seluruh KTP-e siswa telah dicetak.

“Pengambilan KTP-el bisa dilakukan pihak sekolah baik  guru dengan menunjukkan surat tugas dari kepala sekolah ataupun sekolahnya sendiri,” ujarnya.

Dari pantauan, kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Karangan , pihak Dispendukcapil berhasil melakukan perekaman biometrik guna keperluan data KTP el sebanyak 300 an siswa.(ham)