Air Bersih Bagi Warga Tak Mampu

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia 2019 yang berfokus pada upaya untuk mengatasi krisis air dengan cara menyelesaikan masalah, mengapa masih banyak orang tertinggal—terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sering kesulitan dan kadang menghadapi tantangan untuk bisa mengakses air bersih secara aman dan berkelanjutan.

Sejumlah pihak diantaranya, USAID, IUWASH PLUS, PDAM Surabaya, dan beberapa mitra swasta, termasuk CCFI (Coca-Cola Foundation Indonesia) meresmikan program Master Meter. Dimana Program ini akan menyediakan air minum bagi 6.000 masyarakat berpenghasilan rendah melalui 1.200 sambungan rumah.

Peresmian program master meter untuk air minum komunal di Bubutan, Surabaya itu dihadiri oleh Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Erin E. Mckee. Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti. Konsul Jenderal AS di Surabaya, Mark McGovern. Direktur Pelayanan PDAM Surabaya, Anizar Firmadi. Dan Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI), Titie Sadarini.

“Melalui program ini, PDAM menyediakan infrastruktur dan layanan hingga ke master meter, dan masyarakat dengan dukungan dari program terkait akan mengelola distribusi air, termasuk operasional dan pemeliharaannya. Program ini juga menyediakan solusi alternatif untuk melayani MBR perkotaan yang sering tinggal di permukiman informal (dan akibatnya tidak dapat memiliki lahan) sehingga menyulitkan PDAM untuk menyediakan akses melalui sambungan reguler. Tingkat akses air minum di Surabaya saat ini sudah mencapai 98%, sebagian besar sisanya berada di area yang sulit. Program Master Meter merupakan salah satu terobosan untuk mencapai akses 100%,” urai Direktur Pelayanan PDAM, Anizar Firmadi.

Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana CCFI, Titie Sadarini. “Komitmen kami adalah membangun negeri bersama, dan hal ini juga sesuai dengan tujuan kami pada tahun 2020, yaitu mengembalikan air yang kami gunakan untuk produksi minuman kami dengan aman kepada masyarakat dan alam. Sebagai bagian dari program keberlanjutan, melalui kemitraan dengan USAID IUWASH PLUS, Coca-Cola turut mendukung pembangunan sistem master meter yang akan meningkatkan akses air minum bagi masyarakat di wilayah ini dan sekitarnya. Sekitar 880 rumah tangga akan mendapat dampak dari program ini,” ujar Titie Sadarini.

Kedepannya, kemitraan keberlanjutan untuk program Master Meter di Surabaya diharapkan mampu membangun sekitar 30 sistem master meter yang melayani lebih dari 6.000 masyarakat, di mana 20 di antaranya didukung oleh CCFI. Pembangunan ini diharapkan selesai pada Agustus 2019. Hingga Maret 2019, sekitar 1.600 masyarakat telah mendapat manfaat dari sistem ini.(bert)