Diduga Tanahnya Dijual Oknum Kepala Desa, Pria Asal Ploso ini Lapor Polisi

Iwan saat didampingi oleh ketua FRMJ, Joko Fattah Rochim usai melapor ke Polres Jombang

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Diduga tanahnya dijual oleh Kepala Desanya, seorang pria asal Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso Jombang, Jawa Timur, lapor ke Polisi.

Iwan Arif Mustaqim warga Dusun Kramat Rt 003 Rw 002 Desa Tanggungkramat Kecamatan Ploso, mendatangi Polres Jombang, pada Selasa (26/3/2019), untuk memberikan keterangan pada penyidik kepolisian.

Kepada sejumlah wartawan Iwan menuturkan bahwa tanah seluas 512 M2 dengan sertifikat nomor 1166 miliknya yang terletak di Dusun Kramat itu diduga dijual oleh Kepala Desa Tanggungkramat dengan modus bersengkongkol dengan Sekretaris Desanya.

“Awalnya ada pembeli tanah yang melihat tanah milik Ibu saya yang dibelakang dan berminat ingin membelinya,” ujar Iwan.

Kejadian ini berawal saat Ibu kandung Iwan berniat akan menjual tanah miliknya yang terletak di Dusun Kramat, yang letaknya bersebelahan dengan tanah miliknya.

Dan pada waktu itu mantan istrinya memang pernah menawarkan, tanah milik Ibu mertuanya kepada Kepala Desa Tanggungkramat, Agus Hadi Suroso.

Namun saat itu tidak ada kabar kelanjutanya, dan seiring waktu ketika ada pembeli tanah yang ingin membeli tanah milik Ibunya Iwan, selanjutnya Iwan mencari sertifikat tanah. Namun saat mencari justru seertifikat tanah milik Iwan, sudah tidak ada.

“Saya dengar kabar bahwa tanah saya, telah dijual oleh Kepala Desa Tanggung Kramat kepada Sri Idayati yang seorang dokter,” kata Iwan.

Usai mendengar kabar jika tanahnya dijual, Iwan langsung mendatangi rumah Sri Idayati yang beralamat di daerah Tapen, Jombang.

Ketika bertemu dengan Sri, Dokter itu menjawab telah membeli tanah tersebut dari  Kepala Desa setempat sambil menunjukkan sertifikat dan surat jual belinya.

“Anehnya kok ada tanda tangan saya, dalam surat jual beli tersebut tercantum tanggal 23 Maret 2107, dan dicantumkan pula beberapa saksi dari perangkat desa,  padahal saya tidak pernah tanda tangan dan menjual ke Bu Sri Idayati,” heran Iwan.

Atas adanya kejanggalan tersebut, Iwan menduga ada rekayasa, oleh sejumlah pihak, termasuk Kepala Desa setempat.

“Terlihat kalau surat jual beli itu ada kejanggalan  dan rekayasa dan yang menjadi saksi Perangkat Desa yang salah satunya Sekdes Tanggungkramat, Dodik dan Udiono,” keluh Iwan.

Dengan kejadian ini Iwan yang didampingi oleh Aktivis dari LSM FRMJ Joko Fattah Rochim melaporkan permasalahan yang dialaminya ini kepada pihak Kepolisian setempat dengan laporan polisi nomor : LPB/97/III/RES.I.II/2019/JATIM/RES JBG, lantaran dirinya tidak pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun.

“Hari ini saya membuat laporan resmi di polres jombang dalam hal dugaan pemalsuan tanda tangan saya, sementara ada 1 orang yang saya laporkan yakni  Kepala Desa Agus Hadi Suroso, dan untuk proses hukum  selanjutnya saya serahkan kepada pihak berwajib,” pungkas Iwan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, mengaku akan segera menindak lanjuti adanya laporan dari Iwan dan LSM FRMJ. “Besok saya terima laporannya,” tukas Azi.(BEN)