Plt Bupati Sampaikan Empat Prioritas Pembangunan di LKPJ Tahun 2018

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek,Jawa Timur, H. Moch. Nur Arifin serahkan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati akhir tahun 2018, kepada pihak DPRD Kabupaten Trenggalek bertempat di ruang paripurna gedung setempat, Senin (25/3).

Empat prioritas pembangunan di  Trenggalek pada tahun 2018 menetapkan pembangunan ekonomi berbasis keunggulan komparatif, Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan gotong royong, pengembangan wilayah dan infrastruktur yang tepat bangun, tepat guna dan tahan bencana, peningkatan pelayanan dasar dan percepatan upaya kolektif penanggulangan kemiskinan, serta pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik.

Moch Nur Arifin, mengatakan, penyampaian LKPJ Bupati ini dalam rangka memenuhi amanat UU No  23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, yang telah diubah dengan UU NO  9 tahun 2015.

“Ini sesuai dengan peraturan yang ada, kita harus sampaikan,”ucapnya.

Menurut Plt. Bupati Trenggalek ini, LKPJ Bupati akhir tahun 2018 ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tahun 2016-2021 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Trenggalek tahun 2018 yang mengusung tema” Mendorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Keunggulan Komparatif, Infrastruktur Tangguh dan Pelayanan Dasar Yang Prima”.

“Tentu sesuai dengan RPJMD dan RKPD ,”tegasnya.

Ditambahkan oleh pemimpin muda Trenggalek tersebut, PAD Trenggalek tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp. 1.783.656.956.465,47 dan terealisasi Rp. 1.824.334.982.211,19 atau sebesar 102,28 persesn dari besaran target yang ditetapkan.

“Artinya ada lampauan dari yang tercapai,”tandasnya.

Sedangkan belanja daerah pada tahun 2018 diproyeksikan sebesar Rp. 1.946.046.774.834,78 dan terealisasi sebesar Rp. 1.746.422.064.650,87 atau sebesar 89,74 persen target yang ditetapkan, dengan perincian belanja tidak langsung Rp. 1.092.595.215.442,37 terealisasi Rp. 993.492.893.946,50 atau 90,93 persen belanja langsung sebesar Rp. 853.451.559.392,41 terealisasi Rp. 752.929.170.714,37 atau sebesar 88,22 persen.

“Tidak ada yang perlu dipermasalahkan,”lanjutnya.

Berkaitan dengan kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2018 dengan menggunakan parameter 12 indikator kinerja utama dengan realisasi.

Menurutnya,  di tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapatkan berbagai penghargaan baik dari pemerintah pusat maupun dari pihak-pihak lainnya atas kinerjanya. Penghargaan tersebut meliputi Penilaian BB SAKIP Trenggalek oleh Kemen PANRB, Piala Emas Good Practise Award-Otonomi Award 2018 Jatim dan sertifikat kategori utama daerah dengan profil menonjol bidang pembangunan inklusif melalui Program GERTAK.

“Itu lho program kita yang mendapat perhargaan dan reward dana alokasi khusus (DAK) dari pusat,”imbuhnya.

Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan, Piala Adipura untuk kategori kota kecil dan masih banyak penghargaan yang diraih lainnya yang diharapkan dapat dijadikan sebagai pemacu kinerja yang lebih baik di tahun anggaran berikutnya.

“Itu harus menjadi pelecut keberhasilan berikutnya,”pungkasnya. (dik/ham)