Pekerja Serabutan di Trenggalek ini Terjerat Pasal ITE

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Nahas dialami Sutrisno (40) warga Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Pasalnya pria ini diduga kuat telah melakukan tindak pidana melanggar kesusilaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (Medsos) facebook .

Akibat perbuatan pekerja serabutan ini, dirinya dihadapkan pasal hukum pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan perbuatan  berkomentar menggunakan bahasa ujaran kebencian terhadap MRH, korbannya yang merupkan warga Gandusari, Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan kejadian tersebut. Awalnya korban telah memposting berita dari sumber media online dan dishare ke laman facebooknya sendiri.

“Pasca korban memposting berita tersebut, kemudian pelaku menggunakan akun facebook bernama RIDWAN S mengomentari postingan korban,” ungkapnya, Selasa (26/3/2019).

Lebih lanjut AKBP Didit menjelaskan, dari postingan tersebut korban tidak terima dan mengadukan pelaku atas komentar yang dianggapnya berisi fitnah dan pencemaran nama baik ke Polres Trenggalek.

“Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku,”lanjutnya.

Kemudian, masih kata dia, polisi mengembangkan keterangan korban. Dari hasil penyidikan pelaku mengakui perbuatannya bahwa yang mengakses dan mengirim komentar pada laman facebook milik korban.

“Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa screenshot komentar pelaku, akun facebook pelaku dan hand phone milik pelaku,” katanya.

Ditambahkan, modus pelaku, mengomentari postingan status milik korban dengan kalimat yang  melecehkan, memfitnah dan mencemarkan nama baik korban.

“Ujaran kebencian yang termaktub dalam pasal UU ITE yang menjerat pelaku,”imbuhnya.

Dengan diamankannya pelaku, kini penyidik telah melakukan persiapan membuar Berita Acara Penyidikan (BAP) serta pelaku sedianya akan dikenakan pasal 45A ayat (2) UURI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,”pungkasnya. (ham)