KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Mulai menjelang Hari Raya Idul Adha hingga hari ini, Rabu (21/7) Pemerintah Kota Kediri terus lakukan pemantauan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih. Ini guna memastikan daging hewan kurban aman untuk dikonsumsi.

Menurut Ali Mansur, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Kota Kediri, pemantauan dilakukan di 16 titik di Kota Kediri. “Pemantauan kita lakukan di pasar hewan dan penjual kambing dadakan yang ada dipinggir jalan,”terangnya.

Saat pemantauan, tim DKPP Kota Kediri memastikan kambing dan sapi tersebut telah memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban. “Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu cukup umur, sehat dan tidak catat. Usia kambing minaml 1 tahun dan sapi minimal 2 tahun,”jelasnya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan bahwa selama pemantauan memang ditemui beberapa kambing yang kondisi matanya merah dan berair. “Kondisi mata tersebut dikarenakan perjalanan jauh, kami sudah memberikan obat tetes mata dan anti alergi. Dan hewan-hewan tersebut masih memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban,”ujarnya.

Dikesempatan yang sama Ali juga menjelaskan bahwa selain pemantauan sebelum dijadikan hewan kurban, tim DKPP Kota Kediri juga melakukan pemantauan daging kurban. “Kita lakukan pemantauan di tempat-tempat pemotongan juga. Di masjid, mushola dan RPH. Tim kami terus berkeliling di 3 kecamatan,”jelasnya.

Ali juga menjelaskan bahwa selama pemantauan masing-masing timnya terdiri dari 6 orang, termasuk di dalamnya seorang dokter hewan.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Drh. Pujiono menuturkan bahwa setelah disembelih ada beberapa pemeriksaan. “Ada pemeriksaan organ, jeroan dan daging. Jika pada pemeriksa ini ditemukan masalah, maka bagian tersebut akan kita pisahkankan karena tidak bisa dikonsumsi,”jelasnya.

“Seperti saat pemantauan pagi tadi, tim kami menemukan adanya peradangan hati pada salah satu hewan kurban. Sudah kita pisahkan dan bagian daging, organ maupun jeroan lainnya masih aman untuk dikonsumsi,”ujarnya.

Menurutnya selama pemantauan hewan kurban, memang ditemukan beberapa organ hewan kurban yang bermasalah, akan tetapi hal itu tidak berbahaya pada bagian hewan kurban lainnya. “Selama ini permasalahan yang ditemui bisa kami atasi dengan memberikan obat pada hewan yang akan menjadi hewan kurban hingga pemusnahan organ ataupun jeroan hewan kurban yang bermasalah. Insyaalah semua aman untuk dikonsumsi,”jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here