Jalan Desa Mulai Tergenang, Bengawan Jero Waspadai Banjir Tahunan

Jalan poros Desa Tiwet Kecamatan Kalitengah mulai tergenang air. Foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Masyarakat di Kawasan Bengawan Jero Lamongan perlu mulai waspada dengan banjir. Sebab air di kawasan tersebut mulai meningkat dan menggenangi beberapa ruas jalan desa. Ketinggian air di kawasan langganan banjir tersebut meliputi enam kecamatan itu diperkirakan akan terus naik hingga bulan depan. Karena akhir bulan depan diprediksi puncak musim hujan, sehingga berpotensi memicu banjir di kawasan tersebut.

Seperti yang terlihat di Jalan Desa Tiwet Kecamatan Kalitengah, sudah mulai terendam banjir setinggi sekitar 10 cm. Luapan air ini berasal dari hujan lokal yang turun beberapa hari ini, serta meluapnya sungai dan tambak di sekitarnya. “Genangan air ini muncul setelah diguyur hujan kemarin malam (kamis malam), tak sampai 30 menit air sudah meluber,” kata Namin, warga setempat (30/3/2019).

Pintu masuk Desa Tiwet Kecamatan Kalitengah, sudah nampak genangan di ruas jalannya. Foto: omdik_kanalindonesia.com

Menurut Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin, warga kawasan Bengawan Jero perlu mulai mewaspadainya. Karena intensitas hujan akan meningkat hingga bulan depan, terutama hujan lokal sebagai pemicu banjir di kawasan itu.

Dia menjelaskan, hujan lokal di Lamongan hingga kemarin (29/3/2019) relatif belum terlalu tinggi dan tidak merata. Namun, diperkirakan pada akhir bulan depan hujan lokal sangat deras dan merata. “Kalau hujan lokal yang perlu diwaspadai adalah wilayah Bengawan Jero serta Babat,” ujarnya.

Menurut dia, saat terjadi hujan lokal di wilayah Lamongan, baik di wilayah selatan maupun tengah, airnya akan mengalir ke Kawasan Bengawan Jero. Karena kawasan itu topografinya paling rendah. Sementara proses pembuangan air dari kawasan Bengawan Jero sangat sulit. Sehingga kawasan itu sangat rawan terjadi banjir. Kawasan Bengawan Jero meliputi Kecamatan Kalitengah, Karanggeneng, Turi, Deket, Karangbinangun dan Glagah. “beda dengan Bengawan Solo, luapannya berasal dari hujan kiriman di kawasan hulunya yakni di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Menghadapi kondisi itu, ungkap dia, telah dilakukan antisipasi. Antara lain menyiagakan pompa banjir, diantaranya di Babat telah disiagakan empat pompa banjir. Yakni tiga pompa yang masing-masing berkapasitas 500 liter per detik, dan satu pompa berkapasitas 250 liter per detik. “Empat pompa tersebut sudah sangat memadai saat ada banjir. Semuanya sudah disiapkan bila sewaktu-waktu air meluap,” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry
Kabiro : ferry mosses