Musrembang RKPD 2020 Fokuskan Lombok Utara Bangun Kembali

PEMBUKAAN: Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar memukul gong tanda pembukaan musrembang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020, di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Jumat (28/3).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM- Pemda KLU melalui Bappeda menggelar Musrembang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020, di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Jumat (28/3). Beragam isu dibahas dalam pertemuan antar pemangku kepentingan dan kebijakan di Lombok Utara tersebut. Namun semuanya fokus untuk membangun kembali Lombok Utara.

Kepala Bappeda Lombok Utara Heryanto mengungkapkan Musrenbang RKPD Tahun 2020 ini merupakan Musrenbang RKPD tahun keempat pelaksanaan RPJMD KLU tahun 2016-2021. Selain itu juga merupakan inti dari agenda perencanaan tahunan, pasca melaksanakan rangkaian agenda perencanaan pembangunan yang lain. Yakni Konsultasi Publik RKPD, musrenbang/rakortekbang pertanian, Forum OPD, Musrenbang Perempuan, Anak, Pelajar, Mahasiswa, Lansia dan Penyandang Disabilitas, musrenbang para tokoh adat dan budaya (Gendurasa) serta Desk Pra Musrenbang.

“Rangkaian panjang kegiatan ini kita lakukan semata mata bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan daerah kita sehingga bisa mengakomodir kebutuhan prioritas masyarakat yang kemudian disandingkan dengan kemampuan APBD kita,” jelasnya.

Tema dalam Musrenbang RKPD tahun ini “Lombok Utara Bangun Kembali” pascagempa ini. Bappeda berharap bisa menjadi semangat untuk merumuskan rencana dan solusi berbagai permasalahan daerah pascagempa KLU. Banyak kerugian yang ditimbulkan bencana tersebut. Korban jiwa sebesar 537 jiwa, kerugian harta benda, kerusakan rumah, sarana peribadatan dan kerusakan infrastruktur seluruh sector dengan total kerugian sebesar Rp 9,9 triliun.

“Dibutuhkan anggaran hampir Rp 6 triliun untuk bisa memulihkan kembali kabupaten ini sementara kemampuan APBD kita baru mencapai Rp 1 triliun lebih. Semoga ikhtiar kita hari ini bisa menelurkan rumusan yang tepat untuk percepatan recovery KLU,” ungkapnya.

Seluruh kepala desa, Camat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah organisasi, tokoh pemuda, agama hingga budayawan datang untuk membedah dan menyatukan pemikiran dalam Musrenbang tersebut. Di mana dalam kegiatan ini diharapkan dapat terindentifikasi dan memunculkan suatu kesepakatan, yang menjadi fokus serta prioritas program di tahun 2020 mendatang.

“Banyaknya capaian dan prestasi ini jangan membuat kita luput dengan persoalan yang belum selesai,” ujarnya.

Heryanto melanjutkan, dalam musrembang tersebut ada lima rumusan prioritas daerah yang tertuang rancangan RKPD 2020. Dimulai dari pemulihan pasca bencana dan peningkatan upaya mitigasi berwawasan lingkungan. Ini mengingat kondisi daerah yang rawan bencana terutama gempa bumi maka seluruh program pembangunan haruslah berpersepektif kebencanaan. Yakni rehab rekon infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur irigasi penting karena menunjang pemulihan ekonomi, infrastruktur air bersih dan sanitasi, Jalan konektivitas sekaligus jalur evakuasi, dan pembangunan PJU solar cell system pada jalur evakuasi.

“Tidak kalah pentingnya adalah recovery ekonomi sehingga perlu diprioritaskan program yang menunjang percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Beberapa program yang mendukung percepatan pemulihan ekonomi yang bisa ditingkatkan. Diantaranya menggencarkan budidaya madu trigona di seluruh wilayah, dan menggerakkan industry pengolahan ditingkat komunitas berbasis pertanian/perkebunan untuk bisa menghasilkan produk yang punya nilai tambah.

Di samping itu juga pengembangan KRPL sebagai ikhtiar meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus pemenuhan gizi dan upaya penurunan stunting. Pembangunan dan pemberdayaan kembali Bumdes dan pembentukan BUMD dinilai akan mampu memberikan solusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu Bupati H Najmul Akhyar mengatakan, Musrenbang ini menjadi sebuah perwujudan penyelenggaraan pemerintah yang peka tehadap kebutuhan masyarakat dengan selalu melibatkan stakeholders dalam setiap proses pengambilan kebijakan dan implementasinya. Di samping itu, sesuai dengan era demokrasi proses perencanaan pembangunan juga tidak boleh mengabaikan prinsip demokrasi.

“Saya harapkan kita semua dapat melihat usulan perencanaan pembangunan yang benar-benar mengangkat suara masyarakat bawah. Menghilangkan ego kepentingan pribadi atau golongan, agar masyarakat lombok utara dapat merasakan manisnya pembangunan,” ujarnya.

Najmul mengatakan, ada beberapa hal yang perlu memerlukan perhatian khusus dalam merencanakan pembangunan pascagempa. Yakni pengurangan resiko bencana agar dapat dilaksanakan dalam berbagai tingkatan mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten serta berbagai bidang. Mereka membuat perencanaan sebelum terjadi bencana, ketika terjadi bencana dan pasca terjadi bencana. Sehingga masyarakat KLU tangguh terhadap bencana yang semakin masif, tidak terduga dan kompleks dengan perubahan lingkungan.

Selanjutnya pengembangan model ekonomi pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim mengingat pemulihan ekonomi pasca bencana jauh lebih lama jika dibandingkan pemulihan sektor lainnya. Sehingga ini perlu agar ekonomi kita juga tangguh terhadap bencana.

Ia berharap musrembang ini diharapkan ada perencanaan yang komprehensif dan inovatif yang ditelurkan untuk pembangunan lombok utara pasca ditimpa musibah. Menurutnya, diperlukan kerja tim yang solid untuk membangun kembali daerah.

“Saya berharap hasil Musrembang ini menjadi landasan untuk memulai membangun kembali Lombok Utara,” pungkasnya. (Idam)