​BPR Kota Ambruk Siapa Tanggung Jawab?


KANALINDONESIA.COM : Atap seluas 5 x 10 meter milik Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) Kota milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri ambruk dan melukai dua karyawan yang sedang lembur . 

Usia bangunan masih terbilang belum terlalu lama, pasalnya BPR Kota yang ada di Jl. Airlangga tersebut dibangun 2003 lalu oleh Pemkot Kediri. 

Saat ini Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan penyebab ambruknya atap BPR. 
Kompol Totok Widiarto, Kapolsek Kota Kediri dalam keteranganya mengatakan, jika saat ini belum bisa memastikan penyebab runtuhnya atap tersebut,”kami masih melakukan serangkaian penyelidikan penyebab ambruknya atap,”ungkap Totok, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (31/10/2016).

Lebih lanjut Totok menjelaskan,  jika kejadian tersebut tak menimbulkan korban jiwa namun ada dua karyawan BPR yang terluka, namun sudah dibawa ke RS.Bhayangkara,”kejadian sekitar pukul 16.00 wib usai hujan mengguyur kota Kediri,”ucap Totok.

Baca:  Upaya Untuk Pelihara Sinergitas, Satgas Pamtas Yonif 125/Si’mbisa Bantu Salurkan Bansos

Kejadian begitu cepat, menurut keterangan dari salah satu saksi mengatakan, usai hujan tiba-tiba terdengar suara kemretek dari atas dan akhirnya karyawan berlarian keluar, tiba- tiba atap runtuh,” pada saat itu karyawan memang sedang lembur karena akhir bulan, biasanya mereka pulang pada pukul 15.00wib, ” tandas Totok. 

Polisi masih berupaya menyelamatkan dokumen juga brankas yang ada, dan untuk  kerugian atas kejadian tersebut belum bisa ditafsirkan. 

Sementara itu,” siapa yang bertanggung jawab dalam kejadian tersebut juga masih kita selidiki  yang jelas BPR tersebut milik Pemkot Kediri,”pungkas Totok.( G Marmoyo)