Wakil Ketua MPR Minta Semua Elit Politik Tidak Memperkeruh Suasana

Ade Komarudin ( foto : istimewa)

KANALINDONESIA.COM : Wakil Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) meminta semua elit politik termasuk pimpinan DPR RI untuk tidak ikut memperkeruh suasana, di tengah negara sedang bekerja keras untuk membangun perekonomian yang sedang sulit. Semua negara juga sedang mengalami kondisi ekonomi yang sama susah. Karena itu, semua harus menahan diri.

“Semua elit politik termasuk pimpinan DPR RI harus bisa menahan diri. Elit politik itu sebagai kelas menengah sosial dan ekonomi sebagai lokomotif perubahan harus mampu menahan diri. Toh, masalah SARA itu sudah selesai,” tegas politisi Golkar itu pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (31/10/2016).

Kalau soal dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kata Akom, bahwa Ahok sudah meminta maaf dan jika demikian semua agama mengajarkan kita wajib memaafkan.

Baca:  Ini Fakta Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati Layak Maju Pilwali Surabaya 2020

“Untuk proses hukum, silakan aparat penegak hukum melanjutkan dan kepolisian sudah memproses itu,” ujarnya.

Menurut Akom, semua warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk dipilih dan memilih. Bukan saja sebagai gubernur tapi juga presiden. Itu sudah diletakkan oleh faunding fathers kita.

“Jadi, semua harus menyadari kalau negara sedang sulit, pontang-panting, perekonomian melambat, maka kita tidak perlu mempersulit lagi. Jangan merusak hanya untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.

Itu merupakan jasa besar mayoritas warga negara ini, baik eknis maupun agama, sehingga jangan sampai para pendahulu, orang tua kita, yang telah meletakkan dasar-dasar berbangsa dan bernegara, konstitusi yang baik itu kemudian kita rusak sekarang hanya untuk kepentingan- kepentingan sesaat ini.

“Saya tidak mau perjuangan negara ini dicemari oleh kepentingan kepentingan tertentu. Kalau ingin mengokohkan pondasi negara ini, saya pasti mendukung. Tapi kalau untuk merusak, saya tolak dan karena itu saya menghimbau agar semua elit politik bisa menahan diri dengan baik untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar,” ungkapnya.

Baca:  Mantan Bupati 2 Periode, Deklarasikan Pasangan Mundjidah-Sumrambah di Kantor Perindo

Menyinggung pertemuan Jokowi-Prabowo, Akom menyatakan dari dulu pasca Pilpres keduanya sudah baik.

“Pak Prabowo itu tokoh yang sangat demokratis, juga Pak Jokowi. Jadi, memang tidak ada masalah. Maka pertemuan itu sangat konstruktif. Saya yakin itu bisa mendinginkan suasana Pilkada ini,” tutur Akom.

Karena itu dia berharap, komunikasi yang sangat konstruktif untuk bangsa ini dilanjutkan dan tidak perlu rebut-ribut.

“Jadi ribut-ribut tidak ada menguntungkan negara dana tau justru bisa merusak konstitusi,” pungkasnya.

 

Fadli zon

Sementara itu Fadli Zon mengatakan dirinya akan demo secara damai dan penegakan hukum itu sangat penting, karena dijamin pasal 27.

“Jadi, tidak boleh ada perlindungan hukum terhadap Ahok itu saja. Jadi saya tegaskan kalau kaitannya dengan Pak Jokowi, dengan ketemu Pak Prabowo, itu hal lain yang tidak ada urusannya dengan demo 4 November, itu silaturahmi dan mungkin Pak Jokowi pernah berjanji akan datang ke Hambalang, dan ini saatnya yang ditentukan,” katanya.

Baca:  IPNU NTB Rumuskan Sejumlah Agenda DiTahun 2018,

Kalau Gerindra, sudah mengambil keputusan berada di luar pemerintah dimana semua program pemerintah yang bagus kita dukung. Sebaliknya,  kalau tidak pro rakyat kita kritisi. Itu komitmen sejak awal, tapi kita selalu konstitusional dasarnya.

“Saya kira demo adalah demo yang damai, demo untuk menegakkan konstitusi bukan demo yang terkait dengan SARA, bukan demo yang terkait Pilkada. Saya kira itu yang harus kita pegang. Saya melihat kalau tujuannya untuk penegakan hukum bagus, dan itu saluran yang bagus daripada orang bikin hal-hal yang justru merusak,” jelas Waketum Gerindra itu.(ZAL)