PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Usai melaksanakan rangkaian Sholat Idul Adha 1442H/2021M di Rumah Dinas pada Selasa (20/7), Bunda Rita sapaan akrab Wakil Bupati Ponorogo berencana melakukan cek kesehatan di RS. dr. Hardjono Ponorogo bersama suami, Cholik Agus Dianto. Namun keinginan orang nomor dua di lingkungan Pemkab Ponorogo tersebut mendadak berubah saat melihat pasien Covid-19 yang dirawat di tenda-tenda darurat.

“Awalnya saya dan suami akan cek kesehatan di RSUD dr. Hardjono, tetapi melihat pasien Covid-19 yang dirawat di tenda depan IGD, ada keluarganya yang menangis, ada yang mengerang kesakitan sambil pegang dada, ada yang sedang sesak nafas, ada yang batuk-batuk, ada juga yang manggil-manggil saya, spontan saya hampiri dan saya motivasi agar tetap semangat dan saya doakan Insyaallah segera sembuh,” tuturnya.

Tak hanya berhenti disitu, Bunda Rita juga banyak memberi tips kepada para pasien Covid-19 yang ia jumpai.

“Kondisi pasien Covid-19 butuh motivasi dari kita semua, karena selain berjuang melawan penyakit, sebagian mereka juga melawan stigmatisasi di masyarakat. Untuk itu saya sarankan kepada mereka agar tidak takut, memperbanyak doa, menjaga pikiran positif atau optimisme, serta nonton film yang lucu-lucu atau menyenangkan agar imunnya kuat,” terusnya.

Di sisi lain Bunda Rita juga menuturkan pengalamannya pakai APD (Alat Pelindung Diri) atau baju hazmat. Ini wajib karena Bunda Rita ingin secara langsung memberi semangat dan mendengarkan keluhan para pasien Covid-19.

Ia menuturkan, “Saya diwajibkan memakai hazmat, dan ternyata benar pengab dan panas sekali. Dari situ saya benar-benar bisa merasakan bagaimana perjuangan dan pengorbanan saudara-saudara Nakes (tenaga kesehatan –red). Apresiasi setinggi-tingginya kepada para Nakes yang berada di garda depan penanganan Covid-19 ini, semoga mereka selalu sehat dan ikhlas dalam menjalankan tugas mulia ini.”

Di kesempatan tersebut, Bunda Rita juga menyempatkan secara mendadak membuat bingkisan berupa nasi kotak, buah-buahan dan susu untuk dibagikan. Terakhir ia menjelaskan bahwa Covid-19 bukan aib dan bisa mengenai siapa saja tanpa pandang bulu. Oleh karena itu perlu edukasi kepada masyarakat luas agar yang terpapar covid tidak dikucilkan, tetapi justru harus saling gotong royong membantu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat agar Covid-19 segera usai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here