Berwisata Ke Kota Tua Panggul, Nikmatnya Nginap di Hotel Ratu

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ketika berwisata ke Pantai Konang , Pantai Pelang, Pantai Joketro dan pantai Kili-Kili di Kecamatan  Panggul Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, rasanya mendapatkan sensasi yang berbeda dibandingkan saat bersua dengan daerah lain .

Gambaran bahwa Panggul adalah sebuah kota tua, dulu kota ini ramai karena tambang juga kota perhentian dari Kabupaten Pacitan – Trenggalek via Lorok. Orang-orang Panggul  zaman dahulu jika ingin ke ibukotanya sendiri Trenggalek sempat ogah-ogahan dan lebih memilih berkunjung ke Pacitan atau ke Ponorogo daripada ke Trenggalek.

Sementara perjalanan dari Pacitan atau Solo Jateng  menuju kota yang berada di wilayah Timur seperti Trenggalek, Tulungagung, Blitar Hingga Malang kebanyakn memilih tempat beristirahat di Panggul.

Dari hal tersebut  yang membuat Panggul sekarang memiliki beberapa penginapan  tua yang bagus, juga banyak tempat makan yang lezat. Faktanya, walaupun sekarang tambang sudah sepi, tetapi wisata pantai di Panggul tetap ramai. Orang-orang datang ke Panggul untuk bernostalgia dan menikmati sajian wisata kuliner.

Namun, sedikit di luar kota Panggul,  di jajaran perbukitan kapur yang membentengi Panggul, ada sebuah lokasi hotel yang menarik perhatian, Hotel Ratu. Satu-satunya hotel yang berdiri di Panggul sejak Maret 2011 yang lalu menyiapkan fasilitas yang lumayan wah untuk beristirahat sejenak guna menuntaskan liburan di destinasi wisata kota ini.

Ratu Hotel ini adalah satu-satunya  hotel paling luxury di Panggul. Terdiri dari dua lantai dengan fasilitas mirip bintang lima, sistem keamanan dan layanan 24 jam yang pasti membuat nyaman para pengunjung yang datang.

Siti Ngawati, Presiden Hotel Ratu Panggul menyampaikan lokasinya hotel ini cukup mengagumkan. Hanya beberapa meter saja sudah bertemu dengan bangunan bersejarah di zaman Belanda yakni Kawedanan.

“kalau ingin melihat potret kota tua ya ada di lingkup kawedanan yang kini jadi satu dengan kantor kecamatan,”ungkapnya, Minggu,(21/4).

Begitupun jika harus ke Pantai Pelang, Siti Ngawati tidak terlalu jauh dengan hanya membayar ojek mangkal Rp10 Ribu saja sudah sampai di pantai yang mempunyai keunikan dengan air terjun berasa tawar ini.

“Jaraknya ke Pantai Pelang hanya 1,5 kilometer saja , cukup dekat,”lanjutnya.

Dikatakannya , ke Pantai Pelang pun wisatawan disarankan agar mengunjungi Pantai Kili-Kili yang dikenal dengan budidaya Penyu laut.

“Budidaya Penyu di Pantai Kili-Kili juga sangat diminati pengunjung karena habitat itu subur dan terjaga dengan koleksi ratusan jenis penyu yang hidup bebas di pantai itu,”katanya.

Nah, sekarang masih berwisata di pantai tetatpi ingin mencicipi aneka sari rasa laut yang masih segar turun dari kapal nelayan. Pengunjung disarankan mengunjungi Pantai Konang yang terkenal penghasil Salmon merah.

“Ke Pantai Konang untuk mencicipi ikan asap yang berjenis Salmon Merah atau ikan Hiu sekalipun di situ tempatnya dengan jarak hanya 4 kilometer dari hotel,”ungkapnya.

Di antara bukit pegat, hotel ini berdiri megah di Jalan Sirip Nasional (JSN) Panggul-Pacitan Kilometer 1 . Masih ditambah dengan hamparan persawahan yang membuat kompleks hotel ini menyatu dengan alam.

“Saat saya tiba pagi-pagi sekali bahkan nyaris suara burung terdengar dan kabut masih begitu pekat,”ucap Astutik, (32) , wisatawan asal Blitar yang sudah tiga hari menginap di Hotel Ratu.

Diceritakannya,dia mendapatkan kamar istimewa dengan pemandangan luar kamar adalah Kota Panggul dari kejauhan, sementara di sisi satu lagi adalah pemandangan tebing bukit pegat di sisi belakang hotel.

“Di pagi-pagi hari sekali, sawah  dan tebing Pegat  ini pemandangannya cukup magis dengan nuansa kabut yang masih menyublim dan enggan pergi,”tuturnya.

Selaian cukup terjangkau , masih keterangan Astutik, dia mendapatkan suite dengan fasilitas lengkap, satu kamar tidur, ruang bersantai dengan televisi , kamar mandi dan balkon.

“Hanya dengan Rp 200 Ribu saya sudah menikmati istirahat saya sembari minum kopi dan menikmati pemandangan,”pungkasnya. (ham)