Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan : Demo Tidak Dilarang Tapi Harus Ikuti Aturan

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan

KANALINDONESIA.COM :Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menegaskan jika memang tidak ada larangan demo dan sebaliknya dijamin Pasal 27 UUD 1945.

Hanya saja aksi itu tetap harus mengikuti aturan, tertib, damai, dilarang mencaci-maki, dan apalagi anarkis dalam kerangka tetap menjaga NKRI.
“Demo harus sesuai dengan tuntutannya. Kalau ingin penegakan hukum terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), maka harus diproses secara transparan. Soal apakah nanti terbukti bersalah atau  tidak, semua harus mematuhi dan menghormati putusan hukum,” tegas Waketum PAN itu pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (2/11/2016).
Menyinggung Polri siaga satu dalam menghadapi demo 4 November 2016 besok, Taufik berpendapat tentu hal itu sesuai dengan prosedur Polri sendiri. Karena itu semua pihak harus mematuhi aturan termasuk dalam demo tersebut.
“TNI dan Polri itu bagian dari rakyat, maka kita harapkan semua berjalan lancar dan damai serta saling menghargai satu sama lain,” ujarnya.
Tindak Tegas
Sementara itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta semua prajuritnya mengerahkan tenaga secara maksimal untuk menghadapi demonstrasi menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2017. Kalau situasi dianggap tak terkendali, dan muncul tindakan anarkistis, prajurit TNI tidak usah segan-segan untuk menindak tegas yang dianggap mengganggu keamanan.
“Itu adalah perintah Panglima kepada prajuritku, jangan kamu ragu. Kalau ada dampak berakibat kepada dirimu, jangan ragu lakukan itu. Saya yakin kamu tidak akan dipenjarakan karena sebagai saksi karena Panglima TNI yang memberikan perintah,” tegas Gatot Nurmantyo dalam apel gabungan persiapan pengamanan pilkada serentak 2017 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu.
Menurut Gatot, sudah menjadi tugas TNI untuk mengamankan aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan aman. Sehingga, massa bisa efektif dan merasa nyaman menyampaikan aspirasinya. Tapi, jika tensi meningkat dan mengancam keselamatan bersama, maka perlu ada tindakan keras dari TNI maupun Polri yang tergabung dalam satuan pengamanan gabungan.(ZAL)