Sekda Trenggalek Takjub Kreasi Pangiket Sinongkel di Cak Durasim

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Paduan gerak yang cukup atraktif, dilengkapi dengan kreasi tari yang menarik ‘Pangiket Sinongkel’ sangat menghibur pengunjung Festival Karya Tari Jawa Timur tahun 2019,di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Kamis,(2/5).

Iringan musik gamelan semakin melengkapi penampilan duta tari dari Kota Gaplek alias Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini. Pemkab Trenggalek ikut ambil bagian dan mengirimkan duta terbaiknya. Rencananya mereka akan berkompetisi dengan 31 peserta dari Kab/Kota se Jawa Timur lainnya.

Pangiket Sinongkelan mengambil cerita dari sebuah tradisi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ada sesuatu yang unik dalam ritual tayub pada tradisi sinongkelan di Desa Prambon. Waranggono sebagai obyek cerita, sedangkan Prabu Sinongkelan sebagai dalangnya.

“Hakekat dari ritual ini merupakan penggambaran kehidupan manusia yang terikat pada tiga hal. Yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan alam sekitar dan manusia dengan sesamanya,” ucap Sekda Kabupaten Trenggalek, Ir. Joko Irianto, M.Si, Selasa, (7/5).

Dirinya mengaku dibuat takjub dan bangga dengan penampilan Tari Pangiket Sinongkel dalam Festival Karya Tari Jawa Timur tahun 2019 ini.

Duta dari Trenggalek ini memang tampil atraktif dan memukau, bahkan suara riuh penonton terdengar keras saat para penari dari Kota Gaplek itu menunjukkan aksinya.

“Cukup kompak, menarik dan luar biasa. Mulai dari gerakan, iringan musik dan kreasinya cukup bagus sehingga pantas bila penonton tadi banyak yang suka,” ujar Sekda Trenggalek yang pernah lama berdinas sebagai Kadis Pariwisata dan Kebudayaan ini.

Melihat penampilan anak-anak tadi dia menilai, penata tari, musik dan rias berhasil mengemas sinongkelan sebagai sebuah karya tari yang cukup indah.

“Sangat apik dan ini kreasi yang terinspirasi dari budaya sinogkelan asal dari Desa Prambon Kecamatan Tugu,” imbuhnya.

Sebagai penghargaan , Joko Irianto akan kembali menampilkan mereka dalam kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) beberapa bulan yang akan datang.

“Insya Alloh kita akan tampilkan kreasi ini di acara di TMII Jakarta,”ungkapnya.
Joko Irianto menambahkan, Sinongkelan merupakan tradisi turun temurun dari sebuah kawasan Desa Prambon Kecamatan Tugu yang memang terus di kembangkan.

“Tradisi ini di desa setempat selalu diperingati dengan berbagai kegiatan,”pungkasnya.

Akan terus kita angkat dengan harapan tradisi ini bisa memperkaya aneka budaya yang tumbuh di Kabupaten Trenggalek.

Sebagai kelanjutannya tentu kita akan mendorong terus budaya ini agar tetap lestari kedepannya, tandasnya.(ham)