Mahasiswa Kembali Segel Ruang Rektor Unsoer Ngawi

aksi-penyegelan-ruang-rektor-unsoer-ngawi-dilakukan-oleh-para-mahasiswaKANALINDONESIA.COM : Aksi demo mahasiswa Universitas Soeryo (Unsoer) Ngawi, Jawa Timur, terjadi lagi buntuk kekecewaan terhadap rektornya tanpa ada penyelesaian. Seperti terlihat, penyegelan ruang rektor yang selama ini ditempati Sudarto terjadi lagi untuk kedua kalinya sekitar pukul 17.00 WIB pada Kamis, (03/11). Bahkan sebelumnya situasi sempat memanas antara salah satu dosen dengan puluhan mahasiswa untungnya aksi ini langsung diredam pihak aparat kepolisian setempat.

Tuntutan aksi demo puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Transparansi (GMPT) plus beberapa orang dosen dari Forum Komunikasi Dosen (FKD) Unsoer Ngawi kali ini masih sama dari aksi sebelumnya. Sudarto segera lengser dari kursi rektor karena dianggap gagal secara manajerial, akademis terlebih moral. Dan terindikasi keberadaan Sudarto selaku rektor selama ini telah banyak melakukan penyimpangan secara hukum.

Namun aksi demo ketiga kalinya ini sedikit ada solusi dari Pembantu Rektor (Purek) II Unsoer Ngawi Heru Sudrajat. Sebelum aksi penyegelan ruang rektor, pertemuan singkat untuk mencari jalan keluar pun terjadi antara Purek II dengan perwakilan GMPT maupun dengan FKD.  Hasilnya, Purek II dalam hal ini Heru Sudrajat bersedia memfasilitasi sekaligus menjalin komunikasi antara tiga pihak yang berkepentingan yakni antara rektor, GMPT dan FKD.

“Kali ini dari pertemuan singkat dari Purek II mereka sanggup memfasilitasi dan menjebatani tiga pihak baik rektor, mahasiswa dan dosen untuk duduk bersama mencari kebuntuan yang selama ini terjadi. Semoga janji Purek II ini ditepati dan tidak ada pengkhianatan,” terang Sumadi koordinator aksi mahasiswa, Kamis (03/11).

Adapun penyegelan ruang rektor tetap dilakukan tandasnya, sebagai langkah antisipasi terhadap hilangnya dokumen yang dibutuhkan tim auditor nantinya. Tentunya dokumen yang ada menjadi salah satu acuan untuk mengungkap kekisruhan yang selama ini terjadi.

Ditempat yang sama Heru Sudrajat Purek II membenarkan, ditengah aksi demo mahasiswa berlangsung pihaknya menyanggupi untuk menyampaikan aspirasi yang dibawa oleh GMPT maupun FKD ke pihak rektorat tentunya Sudarto. Untuk waktu proses komunikasi tiga pilar tersebut, Heru sendiri belum berani memastikan waktunya.

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah berdemo dengan baik tanpa anarkis dan tentunya ini sebagai bentuk dinamika di kampus dan bentuk demokrasi. Dengan adanya itu apa yang mereka sampaikan akan kita bawa ke rektor namun masalah waktu belum dipastikan,” pungkas Heru Sudrajat. (pr)