Kolaborasi Baznas dan Dukcapil Kemendagri Untuk Pengentaskan Kemiskinan

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mengembangkan data kependudukan untuk pengentasan kemiskinan.

Kolaborasi ini untuk menajamkan pengumpulan dan penyaluran penerima manfaat dari zakat, infak, dan sedekah.

Penandatanganan kedua badan pemerintah ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh dan Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta yang disaksikan Ketua Baznas, Prof. Bambang Sudibyo di Kantor Pusat Baznas, Menteng, Jakarta, Rabu (8/5).

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Prof. Bambang Sudibyo mengatakan bentuk kerja sama ini adalah integrasi Sistem Database Mustahik yang dimiliki Baznas dengan Big Data Kependudukan yang dimiliki oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri.

“Kerjasama ini merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kepada para mustahik. Dengan dilakukannya sinkronisasi ini, saya berharap sasaran penerima manfaat lebih tepat dan sebarannya semakin meluas,” ujar Prof. Bambang.

Baznas dan Dukcapil Kemendagri menjalin kerjasama pengembangkan data kependudukan untuk pengentasan kemiskinan. Tampak hadir Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh dan Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta yang disaksikan Ketua Baznas, Prof. Bambang Sudibyo di Kantor Pusat Baznas, Menteng, Jakarta, Rabu (8/5).

Menurutnya, sebelumnya Baznas juga bekerjasama dengan Kementerian Sosial dalam integrasi data kemiskinan. Dengan penambahan data Ditjen Dukcapil Kemendagri tentu dapat meningkatkan jumlah data dan akurasi para penerima manfaat.

“Integrasi data ini akan kami gunakan untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan bagi para mustahik dari berbagai aspek mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemanusiaan,” jelas Prof Bambang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengungkapkan, pemanfaatan database penduduk harus dimanfaatkan dengan baik untuk kemaslahatan umat, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para mustahik.

“Database ini dapat mengetahui kondisi ekonomi seseorang, apakah perlu diberi bantuan atau tidak. Dapat diketahui juga kedermawanan seseorang, data terjamin aman dan rahasia. Kita terus memanfaatkan data ini untuk kemaslahatan umat juga untuk kebaikan di dalam bernegara,” ungkap Zudan.

Ia menambahkan, kerjasama ini tidak hanya untuk mengetahui lebih jumlah data mustahik di Indonesia, melainkan akan membantu Baznas mengetahui jumlah muzaki atau mustahik melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

“Jumlah penduduk Indonesia sekitar 265 juta jiwa, dimana yang beragama Islam sebanyak 229 juta jiwa atau sekitar 86 persen. Nah, hanya dengan mengetik NIK yang ada di KTP Elektronik atau scan sidik jari bahkan foto wajah, kami dapat mengetahui seseorang lebih banyak seperti tinggal dimana, aktifitasnya, dan lain-lain. Data ini bisa digunakan Baznas untuk pengumpulan muzaki dan penyaluran penerima zakat, infak dan sedekah atau mustahik secara tepat sasaran,” tutur Zudan. @Rudi