Polres Trenggalek Tambah Satu Tersangka di Kasus Penebangan Sono Keling

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur memastikan, jika WAP, oknum pensiunan pegawai di BBPJN VIII, merupkan tersangka tambahan dalam kasus pencurian dan penebangan ilegal ratusan kayu sono keling di wilayah hukum Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung beberapa waktu yang lalu.

Pasalnya diduga pria paro baya ini telah memalsukan dokumen penebangan pohon sonokeling yang dikeluarkan dengan kop Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) sebanyak 100 surat.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Handana saat menyampaikan hasil penyidikan kasus itu kepada awak media di Trenggalek, Senin, menegaskan modus operandi dari kasus kejahatan ini adalah menggunakan dokumen palsu.

Dia menjelaskan ada lima jenis surat yang dipalsukan, salah satunya yang menjadi dasar pencurian kayu sonokeling di sepanjang kawasan rumija (ruang milik jalan) adalah izin tebang yang dikeluarkan BBPJN.

Tim penyidik Polres Trenggalek bahkan telah mengecek dan mengonfirmasi langsung keaslian surat-surat yang digunakan komplotan pembalak sonokeling di rumija Trenggalek-Tulungagung. Mulai dari kop surat, tanda tangan, hingga stempel semuanya dipalsukan..

Dia bekerja sama dengan oknum pegawai di BBPJN provinsi, dan berkongsi dengan seorang pengusaha kayu yang diduga selama ini berperan sebagai penadah kayu sonokeling hasil penebangan ilegal di jalur rumija nasional wilayah Jatim.

Alur kejahatan dimulai dari persekongkolan jahat antara tersangka AM selaku penyandang dana dan penadah, dengan oknum pejabat di BBPJN wilayah Kediri.

Setelah ada permintaan kayu sonokeling dari AM, dua orang ditugasi untuk melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi pohon sonokeling dewasa dan berdiameter besar agar bisa ditebang.

Setelah ditentukan objek sasaran penebangan, surveyor lapangan mengonfirmasi ke oknum internal BBPJN dibantu tersangka WAP untuk menyiapkan dokumen penebangan (palsu).(ham)