Dewan Jatim Bentuk Tim Atas Terungkapnya Tersanga Baru Kasus Sonokeling

Kusnadi Wakil Ketua DPRD Jatim

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dengan ditetapkannya WAP,(67), yang mengaku pensiunan pegawai di Balai Besara Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII oleh Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, Kusnadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur segera akan membentuk tim khusus guna menyelidiki kasus yang merugikan Negara miliaran rupiah ini.

WAP, oknum pensiunan pegawai di BBPJN VIII, merupakan tersangka tambahan dalam kasus pencurian dan penebangan ilegal ratusan kayu sono keling di wilayah hukum Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung beberapa waktu yang lalu, dengan dugaan telah memalsukan ratusan dokumen izin tebang.

“Kita terimakasih atas informasi ini dan kita segera akan koordinasikan dengan pihak Kementrian PUPR dan dinas provinsi,”ungkap Kusnadi saat dihubungi selularnya, Senin,(13/5).

Politisi asal PDI Perjuangan ini menerangkan , kewenangan BPJN memang ada di kementrian, namun karena wilayahnya ada di Jatim, pihaknya tentu akan menyikapi kerja illegal itu apalagi yang dilakukan oknum ASN.

“Wilayah yang dicuri ada di Tulungagung dan Trenggalek, tapi tidak menutup kemungkinan perbuatan itu telah merambah wilayah lain di Jatim,”tegasnya.

Maka , pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan membentuk tim untuk melakukan investigasi dan mitigasi permasalahan.

“Kalau kayu komoditas dengan nilai jual tinggi dan itu dilenyapkan tentu yang rugi juga daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota,”tandasnya.

Berkaitan dengan apakah kayu tersebut yang memiliki hak dinas provinsi dalam hal ini PUPR atau Kementrian PUPR dikarenakan berdiri di area jalan provinsi, Kusnadi dengan bijak akan menyampaikan hasil koordinasinya dengan dinas provinsi.

“Tunggu saja nanti hasailnya sewperti apa berkaitan kepemilikan kayu sono keling itu,”tukasnya.

Sementara keterlibatan pensiunan ASN di lingkup BPJN tersebut, justru menurut kandidat Ketua DPRD Jatim periode 2019-2024 itu, pihaknya akan segera melakukan kajian sistematis untuk melihat dugaan keterlibatan oknum ASN yang ada di Pemprov Jatim.

“Ya kita juga akan melihat permasalahan ini secara luas untuk membentengi ASN kita di PEmprov Jatim,”pungaksnya.(ham)