Dewan Trenggalek Pastikan Kenaikan Honor GTT dan PTT

Sukarodin, Ketua Komisi IV DPRD Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memastikan adanya kenaikan tunjangan intensif khusus profesi Guru dengan status Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.

Hal ini disampaikan Sukarodin, Ketua Komisi IV Bidang sosial dan kesejateraan masyarakat di DPRD Kabupaten Trenggalek.

Sukarodin mengatakan sejak dirinya menjabat ketua, telah diyakinkan jika persoalan kesejahteraan guru honorer atau GTT tidaklah sebanding dengan integritas pengabdian  yang telah dilakukannya sebagai pendidik.

“Di awal saya di komisi IV telah saya tegaskan , tunjangan GTT harus naik,”ungkapnya, Kamis,(16/5).

Politisi asal PKB ini mengungkapkan, kondisi itu telah berjalan puluhan tahun jika honor yang diterima GTT dan PTT sangat rendah.

“Masak honor mereka ada yang hanya seratus ribu tiap bulannya,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, temuan itu karena dirinya pernah mengalami menjadi guru honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan dengan gaji yang minim serta tidak pernah diangkat sebagai PNS.

“Saya mengalami sendiri kondisi yang mremprihatinkan itu,”tandasnya.

Maka itu saat dirinya menjadi wakil rakyat, Sukarodin berjanji akan terus memperjuangkan hak-hak kaum guru dan pegawai yang masih honor maupun kontrak.

“Sudah saya niati saat saya menjadi dewan akan saya perjuangkan kesejahteraannya,”tuturnya.

Dikatakannya, adanya aspirasi, tentang tuntutan kenaikan tunjangan GTT dan PTT pihaknya telah menetapkan besaran kenaikan tunjangan insentif hingga dua kali lipat.

“Kenaikan telah melalui pembahasan yang panjang di dewan,”tandasnya.

Sebelum adanya protes dari GTT serta PTT pihaknya telah pula menganggarkan intensif yang dengan kenaikan dengan bersifat proporsional.

“Itu tergantung masa pengabdian jadi ada kategorinya,”imbuhnya.

Sesuai kategori, yang punya jam dengan 24 jam besarannya Rp 600 Ribu yang sebelumnya hanya Rp 100 Ribu.

“Itu kenaikannya sudah 100 persen,”tegasnya.

Selain itu sistemnya pun tidak langsung per bulan dibayar. Tetapi akan adanya gelondongan atau sistem rapelan.

“Mungkin nanti bisa dibayar 3 bulan sekali atau 4 bulan sekali melalui rekening bank masing-masing GTT dab PTT,”pungkasnya.(ham)