Jelang Final Rekapitulasi Suara KPU Pusat, Polres Trenggalek Gelar Tablig Akbar

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Menjelang tahapan penghitungan suara atau rekapitulasi hasil Pemilu 2019 di KPU pusat,yang rencananya akan dilaksanakan Jumat,(25/5), Polres Trenggalek Polda Jatim menggelar Tablig Akbar dan Doa Bersama dengan TNI, Ulama dan Masyarakat di Alun—alun Trenggalek, Minggu (19/5).

Doa bersama ini diadakan dalam rangka Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Trenggalek siapapun presidennya dan diikuti ikrar kesetian Pancasila, UUD 1945 dan NKRI dari warga Nahdliyin yang langsung dibacakan Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Trenggalek, KH Mochammad Fatchulloh .

Tablig Akbar diawali dengan alunan hadroh Polwan Trenggalek, yang mampu menghipnotis pengunjung.

AKBP Didit Bambang Wibowo, Kapolres Trenggalek mengatakan doa bersama ini diselenggarakan setelah sekian lama  kita mengikuti tahapan pesta demokrasi, dari masa kampanye dan kini akan memasuki masa penentuan pemenang di pilpres .

“Kita sudah waktunya memohon kepada Tuhan YME agar masa penentuan nanti Trenggalek tetap kondusif,”tegasnya.
Dikatakannya, KPU RI sendiri sedianya akan mengumumkan siapa Presiden dan Wakil Presidennya terpilih pada Sabtu, (25/5) mendatang. Sedangkan Rabu,(22/5) KPU RI sebatas mengumumkan hasil rekapitulasi pemilu 2019.

“Kita semua harus menahan diri dan percaya kepada lembaga penyelenggara Pemilu yang sudah bekerja secara independen,”tuturnya.

Didit berharap kepada masyarakat Trenggalek untuk tidak dating ke ibukota Negara Indonesia, Jakarta demi ikut menjaga keutuhan bangsa dan belajar menghormati lembaga Negara agar tidak ada gangguan apapaun.

“Negara butuh kuat , kita harus saling belajar saling menghormati tugas-tugas lembaga Negara yang ada,”tuturnya.

Sementara itu , ikrar kesetiaan warga NU dan badan otonomnya kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI dibacakan langsung Ketua PC NU Kabupaten Trenggalek.
Mochammad Fatckhulloh atau biasa disapa Gus Loh menyatakan Negara yang dibangun dengan kekuatan dari berbagai macam Suku, Agama dan Ras tidak boleh dikotori hanya untuk kepentingan satu golongan di Indonesia. Untuk itu pihaknya akan menjaga keutuhan bangsa dan tidak akan ikut merongrong kewibawaan pemerintah.

“Kita tetap satu dan harus kita jaga NKRI ini,”pungkasnya.(ham)