Permohonan Damai PKPU Berlanjut Ke Votting, KSU Arta Srikandi Tunggu Putusan Hakim

Rapat kreditur dan KSU Arta Srikandi Banyuwangi di Permohonan Penundaan Kewajiban Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Surabaya, Selasa (21/5/2019).

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Proposal perdamaian yang diajukan KSU Arta Srikandi Banyuwangi terhadap 398 kreditur ditolak. Kini upaya perdamaian itu dilanjutkan ke votting.

“Hasil votting ini akan saya sampaikan ke majelis pemeriksa, dan rapat kreditur ini saya tutup,” kata Pesta Sitorus selaku hakim pengawas permohonan PKPU dalam rapat kreditur dan KSU Arta Srikandi Banyuwangi di Permohonan Penundaan Kewajiban Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Dijelaskan pengurus PKPU, Bangun Patrianto, ditolaknya proposal perdamaian maka proses PKPU akan berlanjut ke putusan pailit.

“Sebanyak 398 kreditur menolak dan proses selanjutnya adalah putusan dari majelis, apakah diputus pailit atau tidak, akan diketahui Jum’at lusa, tanggal 24 Mei,” terang Bangun Patrianto.

Sementara itu dari pihak KSU Arta Srikandi mengatakan, pihaknya menghormati penolakan para kreditur atas proposal perdamaian yang diajukannya. Pasalnya, KSU Arta Srikandi sudah beritikad baik untuk mengembalikan utang.

“KSU Arta Srikandi sudah beritikad baik untuk mengembalikan, karena memang saat ini ada kesulitan likuiditas, kita juga menawarkan dengan menarik investor untuk memberikan cash money kepada KSU, sehingga bisa dikelola bersama sama tapi semua konsep perdamaian yang diajukan ditolak oleh kreditur, karena yang punya kewenangan menolak adalah kreditur,” kata Agung Silo Widodo Basuki selaku kuasa hukum KSU Arta Srikandi.

Meski demikian, Agung menyerahkan putusan pada hakim soal putusan votting. Pihaknya tidak bisa menjelaskan apakah putusan votting itu merupakan kebangkrutan KSU Arta Srikandi.

“Kita tunggu saja putusan majelis, apakah ini menjadi PKPU tetap atau putusan apa,” ujarnya.

Dalam rapat kreditur tersebut, diketahui Rindra Noviamanto selaku Manager KSU Arta Srikandi yang ikut bertanggung jawab tidak hadir dalam sidang dan hanya diwakili Feny Arsih SH sebagai pengacara.

Sekedar diketahui, permohonan PKPU ini dimohonkan oleh Bambang Alim dan Anita Widjaja selaku kreditur KSU Arta Srikandi. Di tengah proses PKPU, ternyata jumlah kreditur bertambah menjadi 396 orang dengan nilai total utang sebesar Rp 42.959.275.239.ria