Bupati Fadeli Ajak Pengusaha Bayar Zakat Melalui Baznas

(Bupati Fadeli mengundang pengusaha-pengusaha  di Lamongan untuk buka bersama di Pendopo Lokatantra, Selasa sore (21/5). Foto_Fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Bupati Fadeli secara khusus mengundang pengusaha-pengusaha  di Lamongan untuk buka bersama di Pendopo Lokatantra, Selasa sore (21/5). Dia mengajak mereka untuk menyalurkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lamongan.

Pengusaha yang diundang itu adalah mereka yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), kontraktor, pengembang serta pengusaha huler dan penggilingan padi.

 “Pengurus Baznas Lamongan sudah dilantik setahun yang lalu. Bertepatan dengan momen Ramadhan 1440 Hijriyah tahun 2019 ini, mari kita semua maksimalkan fungsi Baznas Lamongan,” kata Fadeli.

Dia memahami, semua pengusaha pasti sudah mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh setiap tahunnya. “Namun Saya berharap mulai sekarang, meskipun tidak semua, setidaknya ada sebagian zakatnya yang disalurkan melalui Baznas Lamongan,” harapnya.

Fadeli meminta para pengusaha memberi kepercayaan kepada Baznas untuk menyalurkan sebagian zakatnya.

Karen itu di kesempatan itu pula Fadeli memberikan arahan kepada Baznas Lamongan agar transparan kepada para muzakki. Seperti dengan secara periodik mengumumkan perolehan zakat yang diterima melalui website Baznas dan bagaimana penyalurannya.

Hal ini menurutnya akan meningkatkan kepercayaan para muzakki kepada Baznas yang merupakan lembaga pemerintah non struktural tersebut.

Sementara Ketua Baznas Lamongan Abdul Rouf menjelaskan Baznas ini adalah lembaga pemerintah yang bersifat mandiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.

Dalam banyak hal, lanjut dia, Baznas adalah tangan kanan pemerintah untuk dapat membantu menurunkan angka kemiskinan. Melalui Baznas pula, zakat dari mereka yang kaya akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam acara tersebut juga hadir Ketua Baznas Propinsi Jawa Timur Abdussaalam Nawawi. Dia mengungkapkan, dari data Baznas pusat, potensi zakat yang dapat dihimpun di Indonesia mencapai Rp 250 trilliun. Namun sampai saat ini baru bisa  terhimpun Rp. 8,1 trilliun.

“Saat ini masjid-masjid sudah banyak yang dibangun bagus dan indah. Ramadhan juga disambut dengan semarak. Namun dalam  hal zakat, masih sering kita lihat orang yang antri menerima zakat bukan antri membayar zakat,” ujarnya

Dia berharap semoga nantinya di Kabupaten Lamongan, dapat ditemui orang yang antri membayar zakat, dan bukan sebaliknya.

Kesanggupan untuk menyalurkan zakat melalui Baznas disampaikan Ketua Kadin Lamongan Ismed Jauhari yang hadir dalam buka bersama tersebut.

Dai bersama pengusaha-pengusaha Lamongan lain akan ikut mendukung menyukseskan program Baznas. Karena zakat yang dikelola Baznas nantinya juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan melalui program penurunan kemiskinan. (Fer)

Jurnalis : Omdik/Ferry

Kabiro    : Ferry Mosses