Dewan Trenggalek Berharap THR Honorer Diperhatikan OPD

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kebijakan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang tidak menyiapkan tunjangan hari raya (THR) secara khusus untuk tenaga honorer di lingkup kerja di masing —masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat keprihatinan kalangan DPRD kabupaten setempat.

Pasalnya, secara aturan memang tidak ada landasan aturan yang bisa dijadikan payung hukum. Tetapi secara manusiawi seyogyanya OPD melalui kepalanya memikirkan akan hal itu.

Subadianto, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek mengatakan dalam beberapa kali pembahasan di komisinya memang dibenarkan tidak ada kesimpulan dalam materi tentang pemberian THR untuk honorer pemkab.

“Dalam pembahasan tidak pernah disinggung serius masalah THR untuk honorer,”ucapnya,Rabu,(22/5).

Hal itu disebabkan tidak ada aturan yang mengatur pemberian THR untuk tenaga honorer baik dari Pemprop Jatim maupun Pusat.

“Hal serupa sebenarnya juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,”imbuhnya.

Dalam pantauan komisinya, dijelaskan Ketua DPD PKS Trenggalek ini, honorer tak pernah kebagian jatah THR. Selanjutnya kebijakan tunjangan untuk tenaga non-ASN atau PNS ini diserahkan ke masing-masing OPD untuk memberikan jasa tali asih.

“Hal ini tergantung kebijakan dari kepala masing-masing OPD yang ada di sini,” jelasnya.

Tentunya apabila anggaran operasional pada OPD bersangkutan ada, maka kepala OPD bisa memberikan kebijakan untuk pemberian THR kepada tenaga penunjang.

Sedangkan terkait pemberian THR bukan hanya dengan sejumlah uang saja, melainkan bisa dalam bentuk lainnya.

“Tidak ada yang melarang hal itu, sebab hingga saat ini belum ada peraturan yang mengatur hal tersebut,”tandasnya.

Terpisah, Kabag Perencanaan dan Anggaran Sekretariat Daerah (Setda)Kabupaten Trenggalek Agoes Setiyono mengatakan, memang belum ada edaran baik dari bupati dan sebagainya terkait hal itu.

Namun untuk lingkup Setda sendiri nantinya akan ada tambahan penghasilan bagi tenaga penunjang sebagai ganti THR.
“Rencananya, pemberian penghasilan tambahan tersebut dilakukan sebelum hari raya tiba,”pungkasnya.(ham)