Mantan Ketua LSM LIRA Diduga Tertangkap OTT

img-20161108-wa0002KANALINDONESIA.COM : Sepak terjang SS (46) warga Perumahan Griya Suci Permai Blok V/A 5 Desa Suci, Kecamatan Manyar, semakin terkuak.

Beberapa hari sebelum terjerat Operasi Tangkap Tangan(OTT) di wilayah hukum Polsek Duduksampeyan, tersangka masih mengaku sebagai Bupati LSM LIRA Gresik.

Padahal, dia sudah lama tidak menyandang jabatan tersebut. Keterangan ini diutarakan oleh Maksun, warga Gang Gambus RT3 RW4 Desa Suci, Kecamatan Manyar. Pengusaha besi tua ini mengaku, pernah didatangi oleh SS di rumahnya, pada Senin (31/10/2016) atau 3 hari sebelum tertangkap polisi.

Kala itu, tersangka mengaku sanggup menyelesaikan perkara yang menimpa istrinya, Siti Romlah.

“Waktu ketemu saya, dia mengaku sebagai Bupati LIRA, yang bisa membantu kasus istri saya di persidangan. Untungnya saya tidak langsung menyetujui. Karena, belum apa-apa dia sudah minta uang Rp 20 juta. Lah kok sekarang tahu dia sudah ketangkap polisi,” ujar Maksun saat ditemui di PN Gresik, kemarin (7/11/2016).

Maksun pun heran, dengan penawaran penyelesaian perkara yang diajukan oleh SS. Pasalnya, kasus penggelapan mobil yang menimpa istrinya sudah masuk ke persidangan. Apalagi, kini sudah ada penasehat hukum yang telah mendampingi istrinya yang telah berstatus terdakwa. “Baru seminggu lalu dia ketemu saya,” ucapnya.

Di tempat berbeda, Kapolres Gresik, AKBP Adex Yudiswan  mengatakan, penanganan ini kasus pemerasan, yang dilakukan oleh Mantan Bupati LSM LIRA ini, sudah dilimpahkan ke Polres Gresik. Di satu sisi, polisi juga akan menanggapi pengaduan yang dilayangkan SS terkait penyimpangan Dana Desa ditujukan kepada Kades Pandanan Kecamatan, Duduksampeyan, Abdul Wahab.

“Kalau memang ada penyimpangan seperti yang diadukan dan cukup bukti yang akan kita tindaklanjuti,” ujar Adex kepada kanalindonesia.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, SS yang pernah menjabat sebagai Bupati LSM LIRA Gresik ini tertangkap tangan, saat melakukan pemerasan terhadap seorang Kades Pandanan bernama Abdul Wahab, (3/11/2016) lalu.

Saat dilakukannya OTT di Balai Desa setempat, petugas Polsek Duduksampeyan berhasil menyita uang Rp 5 juta. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tersangka meminta uang sebesar itu dengan janji akan mencabut laporkan ke Polres Gresik, terkait kasus penyimpangan Dana Desa yang disangkakan terhadap Kades Abdul Wahab. Merasa tertekan, kades tersebut akhirnya berkoordinasi dengan Petugas Polsek Duduksampeyan.(lan)