Pernyataan Sikap dan Himbauan DPC POSPERA Lamongan Terhadap Kisruh Pilpres yang Berujung Rusuh

 

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Negara dan bangsa indonesia seyogyanya belajar dari berbagai kejadian, baik didalam maupun diluar negeri tentang dampak daripada perselisihan antar kelompok yang berujung pada hancurnya peradaban suatu negara. Melihat kondisi seperti ini, seharusnya semua element hendaknya mempunyai empati yang tinggi terhadap keadaan bangsa indonesia.

Banyak tokoh bangsa yang hari ini masih berpangku tangan terhadap apa yang terjadi hari ini.

“Jangan bersepekulasi terhadap kesatuan bangsa dan negara,” kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus segera diredam,” ucap ketua DPC POSPERA Lamongan Indahwan Suci.

Perang di banyak negara diawali dari konflik kecil yang sengaja dibiarkan. Kemudian ditumpangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya menjadi peperangan sesungguhnya.

“Dari ini, DPC Pospera Lamongan sangat berharap, bahwa semua pihak harus mau turun tangan dan mendamaikan situasi ini sesegera mungkin untuk tujuan kesatuan dan keutuhan bangsa. Jangan berspekulasi terhadap keutuhan negara, jika hal seperti ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak ingin Indonesia ini damai dan sejahtera,”kata Indahwan Suci.

Seruan kami, DPC pospera Lamongan, “hentikan segera kekrisruhan yang terjadi. Tolak segala tindakan anarkisme yang berujung pada jatuhnya korban dipihak kita sendiri,”ucap Indahwan Suci.

Kepada pelindung kami, yang juga Presiden Republik Indonesia. Kami harap agar segera membuat langkah konkrit untuk menghentikan kekacauan ini sebelum ini menjadi lebih besar. Bicarakan hal ini dengan seluruh pihak untuk mencari solusi dan perdamaian.

Dan kepada pihak 02 khususnya Bpk Prabowo – Sandi, kami menyerukan. Mari kita tempuh jalur konstitusional yang sudah tersedia di Republik ini. Tidak ada keuntungan yang akan didapat dari pihak manapun dalam sebuah peperangan saudara. Yang kalah akan jadi abu, dan yang menang hanya akan jadi arang.

Sudah nyata kita amati berdasarkan perkembangan kerusuhan yang terjadi. Ada seolah upaya pecah-belah bangsa. Upaya kericuhan yang sengaja dibuat dan diharapkan akan memicu kerusuhan yang lebih masif. Hal itu nyata adanya.

Ada seting aksi yang dibuat untuk terus terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dan para perusuh. Ada juga upaya pemelintiran media yang seolah berusaha menjadikan bentrokan ini lebih masif dan meluas. Dengan cara mengadu domba sesama aparatur Negara, yaitu polri dan TNI. Ada upaya dikotomi keberpihakan antar kedua institusi Negara ini, dengan harapan akan menjadikan terjadinya chaos antar lembaga Negara

Dari awal, cara inilah yang sengaja terus menerus dipelihara. Agar kisruh berujung kepada perpecahan bangsa ini dapat terjadi. Upaya adu domba antar lembaga TNI – POLRI sengaja mereka sulut. Karna melui cara ini, gerakan people power mereka akan dianggap lebih mudah mencapai target.

Kami DPC Pospera Lamongan dengan ini menyatakan sikap.
1. Tolak segala tindakan kerusuhan yang akan berujung pada terpecah belahnya bangsa Indonesia.

2. Menyerukan kepada semua tokoh bangsa untuk menaruh empati dan tidak berspekulasi terhadap kondisi bangsa saat ini. Segera lakukan tindakan cooling down dengan cara memberikan himbauan dan ajakan menghentikan segala kekisruhaan yang terjadi.

3. Tindak tegas para perusuh yang terorganisir. Karna, menyatakan pendapat dijinkan oleh UU, namun tidak dengan cara membuat kerusuhan dan melanggar UU

4. Menghimbau kepada seluruh masyarakat, TNI, POLRI. agar senantiasa waspada dan tidak terpengaruh dengan berita HOAX yang bertujuan mengadu domba kita semua.

5. Jika merasa mendapat perlakuan tidak sesuai/adil, tempuh jalur konstitusional yang sudah disediakan oleh Negara melalui UU yang berlaku. Bukan dengan cara barbar dan kekerasan.

DPC POSPERA LAMONGAN

KETUA
INDAHWAN SUCI N.A, SH, MH

Jurnalis : Omdik/Ferry

Kabiro    : Ferry Mosses