Bersama Baznas, Pemkab Ponorogo Santuni 1000 Kaum Dhuafa

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Menjelang Lebaran 1440, Pemkab Ponorogo bersama dengan Badan Amil dan Zakat Nasional memberikan santunan kepada kaum dhuafa, di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Sabtu(25/05/2019).

Santunan berupa paket sembako senilai sekitar Rp 150 ribu dari Pemkab Ponorogo plus uang tunai senilai Rp 100 ribu dari Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo.

“Untuk sore ini kita membagikan kepada lebih dari 600 orang warga miskin. Kita berusaha membuat warga yang tergolong tidak mampu bisa ikut bergembira dalam merayakan hari raya Idul Fitri nanti,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai penyerahan santunan.

Dikatakannya, santunan ini diserahkan kepada warga miskin yang masuk dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan atau PKH. Jumlahnya ada 75 orang. Keluarga Penerima Manfaat (KPM PKH) ini dipilih dari mereka lapisan yang paling miskin dan yang rumahnya cukup dekat dengan pendopo.

“Ya kasihan kalau yang di Ngrayun, misalnya, harus turun ke sini ambil santunan ini,” imbuh Plt Kabag Kesra Setda Ponorogo Sumani.

Sedangkan untuk kaum dhuafa, kata Sumani, jumlah yang dihadirkan mencapai 600 orang. Namun Bupati Ipong memerintahkan untuk menambah jumlah penerima santunan hingga mencapai 1.000 orang.

“Tadi Bupati meminta digenapi sampai segitu. Maka setelah ini kita data lagi dan akan segera kitaserahkan santuannya. Insya Alla sebelum lebaran sudah bisa tersalurkan. Kita akan bergerak cepat,” tuturnya.

Bupati Ipong berharap santunan yang diberikan Pemkab Ponorogo bisa semakin menurun tiap tahunnya. Artinya, lanjutnya, jumlah warga miskin di Ponorogo semakin berkurang dan mereka mentas dari posisinya sebagai warga menjadi warga sejahtera.

Data di Dinas Sosial Ponorogo menyebutkan, sampai saat ini ada sekitar 45 ribu warga yang merupakan KPM PKH. Dan sampai April lalu, tercatat terdapat 52 KPM PKH yang graduasi atau lulus dari program ini. Mereka sudah dinyatakan sebagai bukan warga miskin dan harus keluar dari database KPM PKH. Hal ini karena mereka sudah memiliki usaha yang membuat perekonomiannya membaik atau mendapatkan pekerjaan yang dengan gaji yang layak. (kominfo/dist)