Wabub Lamongan Kartika Buka Puasa Dan Santunan Ratusan Anak Yatim piatu

(Wakil Bupati Dra. Hj. Kartika Hidayati, MM, M.HP, serta seluruh pengurus Muslimat Cab. Lamongan buka puasa dan Santunan anak yatim piatu di rumah dinas). Foto_Fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Wakil Bupati Lamongan Dra. Hj. Kartika Hidayati, MM, M.HP, pada Senin sore (27/5/2019) mengundang 250 anak yatim piatu berbuka bersama di rumah dinas di alun-alun Lamongan.

Dalam kesempatan wabub Kartika memberi motivasi kepada anak-anak yatim piatu, yang juga dihadiri seluruh pengurus Muslimat di 27 Kecamatan serta Fatayat se-Cabang Lamongan. Kartika menyebutkan bahwa anak yatim piatu harus terua belajar hingga menyelesaikan pendidikan mereka.
“Meski mereka tidak punya bapak dan ibu harus tetap belajar, pastinya bangsa ini butuh sosok pemimpin sehingga harus menyelesaikan pendidikan mulai SD sampai SMA harus tuntas, bahkan sampai perguruan tinggi,” kata Kartika.
Melalui pemerintah sekarang sudah  ada dan menyiapkan Kartu Indonesia Pintar atau KIP untuk bersekolah mulai Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Semua fasilitas pemerintah harus dimanfaatkan bagi anak-anak yatim-piatu dari keluarga kurang mampu untuk menyelesaikan pendidikan,” tegasnya.
(Wabub Kartika sekaligus potong kue simbolis hari ulang tahunnya bersama anak yatim piatu). Foto_Fer
lebih lanjut Kartika menambahkan, tahun 2019 ini pemerintah memberi fasilitas tersebut bahkan hingga pendidikan di perguruan tinggi.
“Kalau ada anak yatim atau piatu dari keluarga kurang mampu kesulitan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) diharap segera melapor ke ranting Muslimat atau Fatayat untuk ditindaklanjuti, insyaallah kita langsung nanti.” ucapnya.
Selain itu Kartika menghimbau seluruh pengurus ranting Muslimat atau Fatayat di masing-masing desa untuk fokus mengawal anak-anak yatim piatu dari keluarga kurang mampu. Kemudian melapor ke datanta untuk  ditindaklajuti pemerintah lamongan.
Kemudian baginya, pendidikan bagi anak yatim-piatu terutama dari keluarga kurang mampu harus tuntas agar mereka bisa memiliki massa depan yang cermerlang.
“Mereka itu adalah cikal bakal penerus bangsa termasuk lamongan dan menjadi generasi penerus bangsa, sehingga mereka harus cerdas,” ungkapnya.
Kartika juga menegaskan untuk anak-anak yatim piatu dari keluarga kurang mampu juga sehat, dan pemerintah telah menyiapkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Selain bersekolah, mereka yang kurang mampu juga harus sehat dan itu telah ditanggung pemerintah melakui KIS,” jelas kartika.
Kartika yang juga berpesan agar yatim-piatu bisa membawa diri menjadi orang-orang sholeh atau sholeha agar tercipta karakter orang yang baik dan taat beragama demi masa depanya.
Jurnalis : Omdik/Ferry
Kabiro    : Ferry Mosses