Sebagai Tokoh Pluralisme, Gus Dur Layak Mendapat Anugerah Gelar Pahlawan

Ketua Muslimat Jombang Munjidah Wahab
Ketua Muslimat Jombang Munjidah Wahab

KANALINDONESIA.COM : Penganugerahan gelar pahlawan kepada Presden RI ke IV KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat diharapkan masyarakat. Gelar Pahlawan Nasional sangat pantas disematkan pada nama besar Gus Dur yang sangat menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai – nilai kerukunan antar umat beragama, Selasa (08/11/2016).

Menurut Ketua Muslimat Jombang, Bu Nyai Munjidah Wahab menuturkan Gus Dur sosok yang sangat menghargai perbedaan, tokoh pluralisme bagi bangsa ini. Pemberian gelar pahlawan kepada beliau sangat diharapkan oleh masyarakat indonesia. Sebagai tokoh yang pernah menjabat pucuk pimpinan negeri ini dinilai sangat berjasa dalam memelihara keutuhan dan persatuan bangsa.
Dalam proses mendapatkan penganugerahan gelar pahlawan gus dur lebih mudah, karena banyak jasa jasa beliau terhadap bangsa ini, disamping pernah menjabat sebagai presiden republik indonesia. Untuk itu, pihak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan tokoh – tokoh pluralisme harus mendorong agar Gus Dur segera di berikan penganugerahan gelar pahlawan nasional,” Jelas Munjidah Wahab, yang juga Puteri KH Wahab Hasbulloh, yang baru di anugerahi gelar pahlawan.
Menurut Gus Dur perbedaaan adalah kekayaaan bangsa ini yang musti dijaga dan dipelihara demi keutuhan bangsa dan negara. Sudah sangat jelas Gus Dur berjuang untuk bangsa ini demi kesatuan dan persatuan. Dan sangat menghargai perbedaan (toleransi) di Indonesia, sangat menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama,” Bebernya.
Gelar Pahlawan Nasional sangat pantas disematkan pada nama besar Gus Dur, atas apa yang telah dia perjuangankan demi bangsa ini. Dengan menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan antar umat beragama,” Pungkasnya.
Diketahui, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah beberapa waktu yang lalu menyatakan  Tim TP2GP pada Agustus sudah mengajukan tahapan tahapan terkait penganugerahaan gelar pahlawan terhadap KH Abdurrahman Wahid bersama Presiden RI ke II Soeharto. Namun, terkait penyematan gelar pahlawan tersebut masih menunggu proses lebih lanjut dan belum bisa dipastikan.