Derita Hernia Umbilikalis, Kondisi Bocah Ngawi Makin Memprihatinkan

Rizky Johan Fahriansyah bocah dua tahun asal Ngawi menderita Hernia Umbilikalis
Rizky Johan Fahriansyah bocah dua tahun asal Ngawi menderita Hernia Umbilikalis

KANALINDONESIA.COM : Kondisi Rizky Johan Fahriansyah bocah laki-laki yang masih berumur dua tahun asal Dusun Gedangan, RT 04/RW 04, Desa Kwadungan Lor, Kecamatan Padas, Ngawi, Jawa Timur, yang menderita semacam benjolan di bagian perutnya semakin memprihatinkan.

Putra bungsu dari dua bersaudara anak pasangan Patmi dan Riyanto dilahirkan secara normal pada 11 April 2014 di RSUD Dr Soeroto Ngawi.

Johan demikian panggilan akrab dari si bocah tersebut, entah akibat dari penyakit yang diderita selama ini berat badanya hanya sekitar 9 kilogram meskipun usianya dua tahun berjalan.

Padmi, yang merupakan ibu kandung Johan mengatakan, secara pasti dirinya pun tidak mengetahui penyebab berat badan anaknya tidak lekas bertambah hanya saja diprediksi akibat penyakit diperutnya tersebut.

“Kalau badanya ya memang kurus kayak ini kalau sekarang saya sendiri tidak tahu juga berat badanya berapa. Karena memang agak lama tidak saya timbangkan (Posyandu-red) dan kondisinya tidak ada perubahan seperti ini terus,”  kata Patmi kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/11/2016).

Dia membenarkan meskipun punya jaminan pengobatan gratis melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) namun penanganan medis dilakukan langsung oleh dokter spesialis bedah anak. Tetapi kurangnya biaya hampir setahun terakhir, Patmi pun tidak mampu berbuat banyak untuk pengobatan lanjutan terhadap Johan.

“Kalau dulu pas usia anak saya ini sekitar satu tahun kalau tidak dua hari sekali ya tiga hari aktif saya bawa ke pak dokter spesialis itu. Namun sekarang karena tidak punya biaya terpaksa tidak saya obatkan lagi sebenarnya kasihan juga kalau melihat kondisi seperti ini terus,” jelas Patmi.

Terbenturnya biaya yang dimaksudkan ini kata Patmi, tidak lepas dari ekonomi rumah tangganya hampir setahun terakhir. Terlebih Riyanto selaku suaminya yang tengah merantau ke Kalimantan sebagai kuli serabutan selama setahun terakhir jarang mengirimi nafkah untuk membiayai pengobatan anaknya tersebut.

Ucapnya lagi, meski kondisi Johan tidak seperti anak lainya namun secara umum akibat benjolan diperutnya tersebut sama sekali tidak mengganggu aktivitas bermain bersama anak-anak disekitar rumahnya. Bahkan Johan tidak pernah mengeluh kesakitan akibat benjolan diperutnya itu hanya saja ketika ada orang lain yang kepengen melihat Johan pun langsung menangis tidak karuan.

Sementara itu terkait penderitaan Johan, kata Titin Pratiwi Ningsih selaku Bidan Desa Kwadungan Lor, pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan Johan namun sebatas kewenanganya. Maklum, selaku bidan desa ujarnya, tidak serta merta bisa intervensi langsung terhadap kondisi kesehatan si Johan.

“Bisanya saya ini memantau perkembangan kesehatan anak ini (Johan-red) kalau dia sakit apa gitu yang saya terjun langsung tetapi terkait dengan penyakit di perutnya itu jelas tidak berani menangani karena masih dibawah pantauan dokter spesialis anak,” terang Titin.

Kemudian kata Dr Ajie Rakhmadi selaku dokter spesialis bedah anak yang saat itu menangani Johan melalui via selular menjelaskan, benjolan yang terdapat di perut si bocah balita itu kategorinya jenis Hernia Umbilikalis atau tonjolan abnormal yang bisa dilihat atau dirasakan di umbilikus (pusar).

“Itu benjolan yang ada di perutnya jenis Hernia Umbilikalis dan proses penanganan medis untuk sementara waktu kita tunggu sampai usianya tiga tahun. Karena biasa yang terjadi tonjolan seperti itu akan sembuh sendirinya namun apabila tidak ada perubahan selama tiga tahun mungkin dilakukan operasi,” tutur Dr Ajie Rakhmadi.

Terkait Hernia Umbilikalis dari catatan medis menyebutkan, sebuah tonjolan atau kantong berisi lemak yang terdorong keluar, tonjolan ini juga dikenal dengan istilah bodong. Hernia ini biasanya dialami oleh bayi terutama yang memiliki berat badan lahir rendah dan bayi premature.

Meski demikian Hernia Umbilikalis juga dapat tejadi pada orang dewasa. Hernia Umbilikalis pada bayi tejadi karena penutupan tertunda dari lubang kecil di dinding perut di umbilikus. Kondisi ini jarang menimbulkan masalah serius di masa kecil dan biasanya dibiarkan untuk menutup secara alami. (dik)