​35 M Anggaran Pembangunan UB 2017 Ditolak  


KANALINDONESIA.COM : Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) kota Kediri akhirnya menolak Anggaran untuk Pembangunan Universitas Brawijaya ( UB ) pada tahun 2017 mendatang sebesar 35 milyar. Pasalnya hingga saat ini Ijin dari Dikti belum ada dan DPRD menganggap Ilegal.

Muzer Zaidib Anggota Komisi C dari fraksi PKB dalam keteranganya mengatakan , jika Komisi C melakukan Drop pada anggaran pembangunan UB pada tahun 2017 ” benar Komisi C dalam pembahasan yang dilakukan pada tanggal 10 Nopember sore kemarin akhirnya memutuskan untuk melakukan Drop pada anggaran UB yang diajukan. Sebesar 35 Milyar pada tahun 2017″ kata Muzer saat ditemui di Gedung DPRD kota Kediri Jumat 11/11
Muzer juga mengatakan, penghilangan anggaran atau Drop tersebut dilakukan karena ijin dari Dikti untuk Pembangunan Kampus UB belum ada. Tutur Muzer Zaidib.
Masih dikatakan Muzer, biarpun anggarannya pada tahun 2017 di Drop, namun pihak Dewan masih akan melanjutkan Pansus UB dengan pembahasan MoU antara Pemkot Kediri dan UB ” Pansus pembahasan UB tetap berjalan Usai pembahasan anggaran 20017 ini.” Tutur Muzer.
Selain anggaran UB Komisi C  juga masih menanyakan kejelasan anggaran pembangunan RS .Gambiran 2 yang nilainya 50 miliar yang diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau ( DBHCT) karena belum ada Detail E ngginering Design (DED)  yang infonya belum ada ” kita masih menunggu DED nya dari PU karena hingga saat ini belum diberikan pada Komisi C, ” kata Muzer .
Untuk diketahui , pada berita sebelumnya dituliskan jika pada tahun anggaran APBD 2016 pihak Pemkot Kediri menganggarkan pembangunan UB sebesar 19 milyar, dan saat ini pembangunan belum selesai. Sementara itu tanggal 20 Desember 2016 Pembangunan UB tahap 1 harus selesai. ( G.Marmoyo )