​Pasca Muscab Ke II Partai Hanura, Memanas

Budi Santoso saat menunjukan rekomendasi dari ketua umun Hanura

KANALINDONESIA.COM : Pimpinan demisioner Partai Hanura Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Kota Kediri periode 2010 – 2015 anggap ilegal Muscab ke II DPC Kota Kediri yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Jatim beberapa waktu lalu di gedung PKPN yang ada di jalan Sam Ratulangi kota Kediri. 

Imam Subekti demisioner Sekretaris DPC Partai Hanura periode 2010- 2015 bersama beberapa pengurus lama mendatangi kantor KPUD Kota Kediri.

“Kedatangan kami untuk memberikan surat pada ketua KPUD kota Kediri yang isinya adalah tidak mengakui adanya Muscab II partai Hanura pada hari Senin (31/1 0/2016) lalu,” kata Imam saat berada di kantor KPUD kota Kediri, Jumat (11/11/2016).
Otomatis dengan ketidak diakuinya Muscab ke II Hanura yang diadakan oleh DPD Jatim tersebut, menjadikan pengurus lama tak mengakui Ketua terpilih pada saat Muscab Ke II yaitu Budi Santoso ( whi Chung ).
Selain ke KPUD mereka juga mendatangi, kantor KESBANGPOLINMAS kota Kediri, yang juga mengirimkan surat yang sama. dan ditemui oleh Sutanto Kepala Kesbangpolinmas kota Kediri. 
Terpisah, ketua terpilih Muscab Ke II DPC Partai Hanura periode 2015-2020 Budi Santoso dalam keteranganya mengatakan,” apa yang dilakukan oleh Imam CS itu salah alamat, pasalnya rekomendasi dari Ketua Umum itu adalah saya,”ucapnya.
Lebih lanjut ditegaskanta,”saya kalau bukan Pak Wiranto yang meminta saya nggak akan berani maju menjadi Ketua DPC, ” kata Budi saat ditemui di kantornya, Jumat( 11/11/2016).
Sementara itu Surat Keputusan ( SK) saya sebagai ketua DPC Kota Kediri sudah jadi dan akan dikirim oleh DPD Jatim. 
“Hari Senin mungkin akan saya kirimkan ke Kesbangpolinmas kota Kediri,” kata Budi 
Budi mengaku jika dirinya juga sempat dihubungi oleh Kesbangpolinmas kota Kediri terkait SK saya sebagai ketua DPC.
“Saya sempat ditelpon orang Kesbang kalau menanyakan SK untuk mengurus pencairan Banpol,”tambah Budi
Budi juga menambahkan jika apa yang dilakukan Demisioner pengurus lama tak dihiraukan.
“Biarkan saja mereka mau kemana, kalau struktural pengurus lama gak ada yang dipakai lagi,”pungkas Budi sambil menunjukan rekomendasi dari ketua  Umum Partai Hanura, Wiranto. ( G marmoyo)