DPRD Trenggalek Umumkan Kekosongan Kursi Wabup

Kursi Wabup Trenggalek kosong( foto: Hamzah_kanalindonesia.com)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pasca dilantiknya H Moch Nur Arifin, Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur , menjadi Bupati Trenggalek definitif,  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, menggelar sidang Paripurna dengan agenda Pengumuman Kekosongan Kursi Wakil Bupati Trenggalek, Jumat, (31/05/2019).

Hal tersebut dilaksanakan karena secara resmi H Moch Nur Arifin resmi dilantik menjadi Bupati Trenggalek  sisa masa jabatan 2016-2021 oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa,(28/05/2019) kemarin.

H Lamuji, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, yang memimpin sidang paripurna tersebut mengatakan mekanisme yang ditempuh sesuai amanah perundang-undangan yang berlaku.

“Jadi proses pengumuman ini telah sesuai  mekanisme dan aturan yang berlaku,”ucapnya.

Selanjutnya, masih keterangan politisi asal Demokrat ini, pihaknya lalu meminta kepada para anggota melalui alat kelengkapan DPRD membuat usulan tentang mekanisme pengisian kekosongan Wabup Trenggalek itu.

“Sementara usai paripurna ini kita akan menunggu usul dari anggota tentang mekanisme pengisian wabup,”terangnya.

Terpisah Husni Taher Hamid, salah satu anggota Komisi I Bidang Pemerintahan di DPRD Kabupaten Trenggalek mengaku pihaknya telah memberikan masukan kepada unsur pimpinan DPRD setempat untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) penjaringan dan pemilihan calon Wabup pengganti Arifin.

“Kita telah minta segera dibentuk Pansus yang akan segera bekerja menjaring calon wabup,”tegasnya.

Perhitungannya, menurut politisi asal Hanura itu, pelantikan kepemimpinan Emil/Ipin sebagai Bupati Wakil Bupati Trenggalek pada 17 Pebruari 2016. Artinya secara aturan sebelum masa jabatan itu dalam 18 bulan harus ada wakilnya yang dilantik.

“jadi sebelum 16 Agustus 2019 harus ada wabup terlantik,”tandasnya.

Untuk itu, masih dilanjutkan doktor Ilmu Hukum ini, secepatnya Pansus yang terbentuk itu bekerja untuk menggodok persyaratan calon wabup dan mekanismenya.

“Setidaknya ada dua calon yang diusulkan di Pansus lalu diputuskan satu nama,”lanjutnya.

Dari nama yang telah disetujui, maka akan diusulkan ke Mendagri melalui Gubernur Jatim.

“Tetap calon itu akan kita usulkan kepada Mendagri,”ungkapnya.

Husni memperdeksikan dalam minggu ini lembaganya akan membentuk Pansus guna menindaklanjuti paripurna tentang pengumuman kekosongan kursi Wabup Trenggalek.(hamzah)