PWI Ponorogo Terbentuk, Ketua Terpilih Aklamasi

Ketua panitya konferensi (ARSO) bersama tiga pengurus PWI Jatim saat berlangsung konferensi PWI Persiapan Ponorogo
Arso Ketua panitya konferensi (paling tepi baju batik) bersama tiga pengurus PWI Jatim saat berlangsung konferensi PWI Persiapan Ponorogo

KANALINDONESIA.COM : Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ponorogo telah terbentuk melalui konferensi yang digelar di meeting room, hotel Latiban Ponorogo, Jum’at (11/11/2016).

Sidang konferensi yang dipimpin langsung dari pengurus PWI Jatim tersebut berlangsung lancar, lantaran dalam konferensi ketua dipilih secara aklamasi oleh semua anggota PWI Ponorogo.

Ada dua nama yang diajukan sebagai kandidat ketua yaitu Hadi Sanyoto dari radio Duta Nusantara dan Dili Istimora Eyato dari koran Sindo, namun disaat keduanya ditanya oleh pimpinan sidang, Dili Istimora Eyato menyatakan tidak bersedia untuk dicalonkan sebagai ketua. Alhasil Hadi Sanyoto yang menyatakan kesediaanya, secara aklamasi menjadi ketua PWI persiapan Ponorogo masa bakti 2016-2017.

Usai pemilihan ketua, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan formatur untuk memilih pengurus PWI persiapan Ponorogo yang menghasilkan susunan pengurus yaitu Siti Noeraini( harian umum Duta Masyarakat) dan W. Arso (lensaindonesia.com) keduanya sebagai penasehat, Ketua : Hadi Sanyoto( Radio Duta Nusantara), sekretaris : Dili Istimora Eyato (koran Sindo) dan bendahara : Endang Widayati (radio Duta Nusantara).

“Gagasan membentuk PWI di Ponorogo ini karena selama ini masih banyaknya kasus yang menimpa teman-teman saat menjalankan tugas jurnalis, sehingga kami perlu tempat bernaung yang jelas jenjangnya dari daerah hingga ke pusat, memiliki advokasi yang kuat dan diakui oleh pemerintah dari daerah sampai ke pusat,”tutur ketua panitya W Arso.

Ditambahkan wartawan yang akrab dipanggil Arso, bahwa pembentukan PWI ini bertujuan juga untuk membantu teman-teman seprofesi yang ingin bergabung dengan PWI, namun dengan syarat harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan PWI yang salah satunya adalah sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan.

Ainur yang didampingi oleh wakil ketua bidang kesejahteraan Abu Bakar Yanbo, dan sekretaris Mahmud Suhermono itu, berharap dengan adanya aturan itu maka semua pekerja media entah itu pimpinan, editor maupun wartawan sendiri wajib memiliki sertifikat kompetensi. Sebab kalau tidak, maka narasumber berhak menolak wartawan yang belum berkompeten.

Hal itu akan dicanangkan dalam sertifikasi nasional pada peringatan Hari Pers di Maluku pada 9 Februari 2017 mendatang.

Disebutkanya, dari beberapa daerah di Jatim, yang sudah dikukuhkan sebagai PWI Persiapan antara lain Blitar, Nganjuk, Trenggalek dan Lamongan, Ponorogo.

Untuk Ponorogo termasuk paling minim keanggotaannya, yakni 5 orang. Dan ini merupakan batas minimal dari yang disyaratkan dari PD/PRT PWI.

“Kemarin Blitar, Trenggalek , Lamongan sebenyak 13 orang. Ini Ponorogo paling sedikit yaitu 5 orang. Tapi kami berterima kasih, karena Ponorogo sudah aktif untuk mendirikan PWI Persiapan dengan harapan dapat mewadahi wartawan-wartawan di Ponorogo untuk bergabung, yang tentunya dengan prasarat tertentu,” kata Wakil Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim, di Hotel Latiban Ponorogo.

Sementara ketua terpilih Hadi Sanyoto dalam sambutan pertamanya mengatakan, dengan amanah itu maka pihaknya akan bekerja keras agar konsolidasi terus dapat dilakukan disamping menjaga kekompakan dan persatuan dalam organisasi.

“Semoga dengan adanya PWI Persiapan Ponorogo ini, maka akan selalu dapat melakukan kerjasama yang baik dan juga  persatuan dan kekompakan. Selain itu sebagai bukti kontrol yang baik bagi pemerintah daerah. Sehingga bisa memberdayakan jurnalis yang luar biasa,”kata Hadi Sanyoto saat pelantikan dan pengukuhan pengurus PWI Ponorogo oleh PWI Jatim.(AD)