Malam Lebaran Ketupat, Sat Pol PP Trenggalek Amankan Puluhan Anjal

Kepala Sat Pol PP dan Kebakaran Pemkab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Malam Lebaran Ketupat 1440 Hijriyah Tahun 2019 Masehi , tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Trenggalek, jawa Timur dibantu TNI/ Polri  menggelar razia Anak Jalanan (Anjal) maupun Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), Selasa, (11/6)malam

Dari hasil yang dihimpun, tak kurang sebanyak 34 anjal (anak jalanan)diantaranya  anak punk, pengemis, pemulung, pengamen dan gelandangan diamankan di markas Sat Pol PP dan Kebakaran di Jalan A Yani setempat.

Ulang Setiadi, Kepala Sat Pol PP dan Kebakaran Pemkab Trenggalek mengatakan, Kegiatan yang dilakukan pihaknya  dalam rangka  pembersihan penyakit masyarakat (Pekat) sebagai upaya untuk mengamankan kegiatan lebaran Ketupat.

“Kupatan di Trenggalek biar aman dari pengemis dan anjal lain yang selalu meramaikan pesta rakyat ini,”ungkapnya, Rabu,(12/6).

Dikatakannya, sasaran utama dari tim adalah Kecamatan Durenan. Namun tidak menutup kemungkinan di wilayah peyangga seperti Kecamatan Pogalan , Gandusari dan Trenggalek juga menjadi sasaran tambahan.

“Justru yang tambahan itu juga patut kita awasi, karena itu titik rawan pula seperti di Ngetal dan Bendo Pogalan serta perempatan Jarakan Kecamatan Trenggalek,”tandasnya.

Pantauan yang dilakukan pihaknya diakui akibat laporan yang sering membuat kewalahan aparat tiap tahunnya.

“Tiap tahun mereka mesti manfaatkan momen ini untuk melancarkan aksinya,”tuturnya.

Namun diakuinya, ada laporan yang masuk kepada institusinya jika  malam  sebelum Kegiatan lebaran ketupat akan ada rombongan dari luar kota yang akan tidur di beberapa tempat lokasi.

“Jadi para anjal yang berhasil diciduk ini, di pagi harinya akan melakukan tindakan mengemis serta meminta minta dari rumah kerumah pada saat ada acara kupatan di Durenan,Trenggalek,” lanjutnya.

Dijelaskan Ulang, akibat dari tindakan mereka membuat masyarakat menjadi resah, Sebab  mereka bergantian untuk mendatangi rumah masyarakat.

Dari kelima kelompok yang terciduk dalam razia ini, semua telah dilakukan identifikasi, di foto serta dilakukan pendataan.

“Pendataan ini dilakukan agar kita punya data, karena apabila mereka datang lagi maka akan dipastikan ada sanksi yang lebih berat,” pungkasnya.(ham)