Puluhan Kelompok Meriahkan Festival Balon Udara Ponorogo 2019

foto: arso_kanalindonesia.com

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Puluhan kelompok meriahkan festival balon udara ke 3 yang diselenggarakan di lapangan  Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jatim, Rabu(12/06/2019).

Festival yang diinisiasi Polres Ponorogo ini digelar bekerjasama dengan Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan penanggung jawab kegiatan Kabid Angkutan dan Kelaikan Udara Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya ini diikuti sekitar 49 dari 60 pendaftar.

Tak ayal,ribuan masyarakat tumpah ruah di lapangan  Nongkodono  untuk melihat secara langsung Festival balon udara tradisional yang memang merupakan tradisi masyarakat Ponorogo disaat lebaran tiba.

Festival yang rutin digelar setiap tahun disaat lebaran ini dihadiri Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, Kapolres Ponorogo AKBP. Radiant, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya yang diwakili Kabid Angkutan dan Kelaikan Udara  Nafhan Syahroni,  Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim diwakili pejabat eselon IV Andika, Komandan Kodim 0802 diwakili pasi ops  Kapten Arm Winarko,. General Manager Perum LPPNPI ( Lembaga Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia ) Cabang Surabaya ( Airnav )  Aulia, Manager PT PLN Persero area Ponorogo  Muh Rizlani dan  Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo Djunaedi.

Festival balon udara digelar sebagai upaya Pemkab Ponorogo, Polres dan Kodim untuk  mensosialisasikan larangan penerbangan balon udara secara liar.

Kapolres  Ponorogo  AKBP.  Radiant ,  menjelaskan,”bekerjasama  dengan Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mensosialisasikan  bahaya pelepasan balon udara secara liar.  Dan hasilnya  ada kecenderungan penurunan, animo masyarakat terkait tradisi mereka menerbangkan balon udara tanpa awak ini sudah digelar rutin sejak 3 tahun terakhir,”ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres,” ada beberapa aturan dalam pelaksanaan festival balon ini diantaranya ketianggiannya tidak lebih dari 150 meter,  ditambatkan , digunakan tali 3 tali agar tidak lepas,”terangnya .

AKBP Radiant berharap dengan digelarnya festival secara rutin ini masyarakat punya kesadaran  bahwa pelepasan balon liar  bisa menyebabkan kebakanan , serta mengganggu pernerbagan udara baik militer maupun komersial.

Sementara itu kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya diwakili Kabid Angkutan dan Kelaikan Udara  Nafhan Syahroni, mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh  Polres Ponorogo sejak 3 tahun lalau ini . Karena dalam festival ini pihaknya  punya tempat untuk melakukan sosialisasi  kepada masyarakat  bahwa penebangan balon udara selain sebagai tradisi juga mempunyai dampak yang berbahaya .(KI-13)